SATUAN Karya Pramuka alias Saka Anti Narkoba Bontang langsung membuktikan komitmennya dalam memerangi penyalahgunaan narkotika. Sesaat setelah resmi dilantik, sebanyak 30 anggota menjalani tes urine mendadak yang digelar Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Bontang, Kamis (6/8/2026).
Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh anggota dinyatakan negatif narkoba. Langkah ini menjadi fondasi awal sebelum mereka menjalankan peran sebagai pelopor edukasi dan pencegahan penyalahgunaan narkotika di lingkungan pelajar dan masyarakat.
Kepala BNN Kota Bontang, Lulyana Ramdani, mengatakan pemeriksaan urine dilakukan sebagai bentuk keseriusan memastikan setiap anggota benar-benar bebas dari penyalahgunaan narkotika.
Menurutnya, anggota Saka Anti Narkoba akan menjadi wajah terdepan dalam mengampanyekan hidup sehat tanpa narkoba. Karena itu, integritas mereka harus dipastikan sejak awal.
"Mereka ini nantinya akan mengedukasi dan mengajak masyarakat, khususnya remaja, untuk menjauhi narkoba. Maka, mereka sendiri harus benar-benar bersih," ujar Lulyana usai pelantikan di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang.
Tes urine dilakukan menggunakan tujuh parameter pemeriksaan untuk mendeteksi berbagai jenis zat terlarang. Hasilnya, seluruh peserta dinyatakan negatif.
"Artinya, mereka layak menjadi bagian dari Saka Anti Narkoba," kata Lulyana.
Keberhasilan tersebut menjadi modal awal bagi para anggota dalam menjalankan misi pencegahan penyalahgunaan narkoba, terutama di kalangan pelajar dan remaja yang termasuk kelompok rentan.
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni mengapresiasi langkah BNN Kota Bontang yang langsung melakukan tes urine setelah pelantikan.
Ia menilai pembentukan Saka Anti Narkoba merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah untuk memperkuat kolaborasi dalam pemberantasan narkotika.
"Sekarang kita punya komitmen yang lebih kuat. Setiap lembaga memiliki Saka, termasuk BNN dengan Saka Anti Narkoba sebagai perintis. Ini menunjukkan keseriusan kita memberantas narkoba sampai ke akar-akarnya," ujar Neni.
Menurutnya, memastikan seluruh anggota bebas dari narkoba merupakan syarat mendasar sebelum mereka turun memberikan edukasi kepada masyarakat.
"Hasilnya tadi negatif semua, alhamdulillah. Ini menjadi dasar bahwa kita bisa melangkah dengan keyakinan penuh untuk memerangi narkoba bersama-sama," katanya.
Anggota Saka Anti Narkoba yang dilantik berasal dari berbagai SMA di Kota Bontang. Mereka terdiri atas penegak dan pembina yang nantinya aktif menggelar sosialisasi, edukasi, serta kampanye mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba.
Pemerintah Kota Bontang berharap keberadaan Saka Anti Narkoba tidak berhenti sebagai organisasi seremonial, tetapi mampu melahirkan gerakan nyata di lingkungan pendidikan.
Neni berharap para anggota dapat menjadi teladan bagi teman sebaya sekaligus mendorong semakin banyak pelajar berani menolak penyalahgunaan narkotika.
"Saya harap Saka Anti Narkoba ini mampu menjadi pelopor perubahan. Mereka bisa menginspirasi sesama pelajar untuk hidup sehat, menjauhi narkoba, dan berani berkata tidak pada penyalahgunaan zat terlarang," tutupnya. (*)















