Pranala.co, SANGATTA — Kepolisian Resor Kutai Timur alias Polres Kutim tak hanya menjaga keamanan. Sepanjang 2025, korps Bhayangkara ini juga turun langsung ke sawah. Hasilnya nyata. Sebanyak 255 hektare lebih lahan berhasil dikelola untuk mendukung program swasembada pangan nasional.
Langkah itu dimulai sejak awal tahun. Instruksi turun pada Januari. Polres Kutim bergerak cepat.
“Sejak awal kami sudah menyiapkan lahan seluas 255,65 hektare di wilayah Kutai Timur,” ujar Kapolres Kutim AKBP Fauzan Arianto di Sangatta, Rabu (31/12/2025).
Upaya tersebut tidak dilakukan sendiri. Polres Kutim menggandeng banyak pihak. Mulai dari kelompok tani binaan, perusahaan swasta, hingga pondok pesantren. Semua dilibatkan.
Rinciannya cukup besar. Sebanyak 19,7 hektare dikelola bersama kelompok tani. Lahan terluas berasal dari kerja sama dengan perusahaan, mencapai 224,95 hektare. Sementara pondok pesantren menyumbang 3 hektare lahan produktif.
Tak hanya itu. Polres Kutim juga bekerja sama dengan PT Kaltim Prima Coal (KPC). Lahan bekas tambang seluas 22 hektare disulap menjadi area pertanian jagung.
“Kami memanfaatkan lahan bekas tambang untuk swasembada pangan. Ini bagian dari komitmen bersama,” kata Fauzan.
Dari total lahan yang disiapkan, sekitar 78,75 hektare telah ditanami jagung sepanjang 2025. Sisanya, seluas 199 hektare, sudah dijadwalkan untuk ditanami pada tahun 2026.
Hasilnya cukup menggembirakan. Program ini mencatat panen jagung mencapai 138,11 ton. Dari jumlah itu, 127,25 ton dijual ke pengepul. Sementara 8,3 ton diserap oleh Perum Bulog.
“Penyerapan hasil panen ini melibatkan kolaborasi Polri, kelompok tani, dan pihak swasta,” jelas Fauzan.
Capaian tersebut membuat Polres Kutim mendapat kepercayaan lebih besar. Polda Kalimantan Timur menunjuk Polres Kutim sebagai pilot project program industrialisasi farming jagung.
Program ini tidak berhenti pada penanaman dan panen. Ke depan, konsepnya akan diintegrasikan dengan sektor peternakan dan hilirisasi pertanian lainnya.
“Tahun depan kami siap menjadi wilayah percontohan industrialisasi farming jagung. Amanah ini langsung dari Kapolda Kalimantan Timur,” pungkas Fauzan. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami
















