Pertamina Setop Kilang Balikpapan dan Tunda Sumur Baru

oleh -

PT PERTAMINA menegaskan sejumlah aktivitas pengeboran dan eksplorasi minyak bakal ditunda sementara waktu menyusul dampak pandemi Corona atau COVID-19 di sektor hulu migas.

Ia menyatakan saat ini harga minyak mentah atau Indonesia Crude Price (ICP) sedang turun-turunnya belum lagi permintaan bahan bakar juga menurun drastis.

“Sumur eksisting tetap dioperasikan dengan memperhatikan PSBB. Sumur baru kami tunda untuk menurunkan biaya investasi,” ucap Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) virtual bersama Komisi VI DPR RI, Kamis (16/4/2020).

Meski menyetop pengeboran sumur baru, ia memastikan proses perawatan sumur tetap dilanjutkan. Namun, Nicke belum menyebutkan berapa banyak sumur yang terdampak penundaan ini.

Selain melakukan efisiensi pada sumur baru, Pertamina juga memutuskan penurunan kapasitas pengolahan kilang-kilangnya. Nicke bilang operasional kilang kini disesuaikan dengan permintaan yang berada di kisaran 15 persen dari biasanya.

“Mulai April ini secara bertahap Kilang Balikpapan ini harus dilakukan penyetopan. Awal Mei 2020 keseluruhan kilang Balikpapan harus disetop,” ucap Nicke.

Selama penyetopan ini, ia menyatakan Pertamina bakal berfokus pada pemeliharaan kilang. Di sisi lain, Nicke menilai Pertamina juga belum tentu bisa menyerap minyak mentah atau crude dalam negeri karena harganya mengalami lonjakan. Namun, ia punya rencana untuk memaksimalkan kapasitas penyimpangan minyak yang ada untuk membeli crude impor yang harganya sedang jatuh.

Selain Pertamina, PT PLN juga melakukan efisiensi pada aktivitas investasinya. PT PLN memutuskan untuk meninjau kembali rencana investasi proyek ketenagalistrikan guna menyesuaikan pertumbuhan beban yang ada saat ini apalagi selama Corona terjadi banyak penurunan.

PLN lantas membagi proyek mana saja yang tetap bisa berjalan dengan anggaran yang ada sesuai kebutuhan. Lalu jika masuk dalam skala prioritas yang lebih rendah maka proyek itu akan ditunda.

“Proyek yang secara prioritas masih dapat ditunda penyelesaiannya maka dilakukan penundaan pelaksanaannya dan dengan mitigasi yang baik sehingga tidak berdampak signifikan terhadap kelistrikan,” ucap Direktur Utama PT PLN Zulkifli Zaini dalam RDP virtual bersama Komisi VI DPR RI, Kamis (16/4/2020) melansir Tirto. (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.