LAPANGAN Handil di Kutai Kartanegara (Kukar) kembali mencatat kenaikan produksi minyak setelah PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) menyelesaikan program peremajaan besar-besaran fasilitas hulu migasnya. Produksi minyak lapangan yang telah beroperasi lebih dari 50 tahun itu kini mencapai 15.020 barel per hari atau naik sekitar lima persen dibanding sebelum planned shutdown dilakukan.
Program Handil Rejuvenation dijalankan PHM untuk menjaga produktivitas lapangan migas tua di Wilayah Kerja Mahakam, Kalimantan Timur. Selain meningkatkan produksi, program tersebut juga ditujukan memperkuat keandalan fasilitas agar operasional migas berjalan lebih aman dan berkelanjutan.
Direktur Utama Sunaryanto, mengatakan peningkatan produksi terjadi setelah optimalisasi sistem proses dan compressor selesai dilakukan pasca-pekerjaan shutdown fasilitas.
“Produksi saat ini mencapai 15.020 barel minyak per hari atau naik sekitar lima persen dibanding sebelum planned shutdown,” ujar Sunaryanto dalam keterangannya.
Program rejuvenation tersebut dilakukan melalui penghentian operasi sementara atau planned shutdown untuk menjalankan berbagai pekerjaan perawatan dan peningkatan fasilitas produksi. Kegiatan itu melibatkan hampir 1.000 personel yang bekerja selama 24 jam penuh.
Selama shutdown berlangsung, PHM menerbitkan 242 izin kerja dan menjalankan 45 pekerjaan hot work naked flame dengan total 241.176 jam kerja. General Manager PHM, Setyo Sapto Edi, menyebut seluruh pekerjaan berhasil diselesaikan tanpa recordable injury dan selesai satu hari lebih cepat dari target awal.
“Kegiatan full shutdown ini berhasil dilakukan dengan aman dan kehilangan produksi juga lebih rendah dari estimasi sebelumnya,” kata Setyo.
Sebagai salah satu lapangan migas mature di Mahakam, Lapangan Handil memerlukan pembaruan fasilitas untuk menjaga keselamatan dan kesinambungan produksi.
Dalam program tersebut, PHM melakukan penggantian pipa utama sepanjang 350 meter, modernisasi safety shutdown system, pembaruan Fire & Gas System, retrofit Distributed Control System (DCS), hingga inspeksi pipa menggunakan teknologi inline inspection.
Selain itu, perusahaan juga melakukan perawatan terhadap empat compressor dan delapan vessel guna menjaga integritas fasilitas produksi dalam jangka panjang. Program ini telah dipersiapkan sejak 2023 bersama SKK Migas dan PT Pertamina Hulu Energi.
Sunaryanto menegaskan peremajaan fasilitas Lapangan Handil menjadi bagian dari upaya menjaga keselamatan operasi migas yang termasuk objek vital nasional sekaligus menopang ketahanan energi nasional.
Menurut dia, keberhasilan revitalisasi tersebut menunjukkan lapangan migas tua di Mahakam masih memiliki peran penting dalam menjaga pasokan energi Indonesia di tengah kebutuhan energi yang terus meningkat. [RIL]
Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami


















