SEKTOR pertanian dalam arti luas menjadi penopang utama lapangan kerja di Kalimantan Timur (Kaltim) sepanjang Februari 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim mencatat sektor ini menyerap 390.461 tenaga kerja atau setara 19,57 persen dari total penduduk bekerja.
Kepala BPS Kaltim Mas’ud Rifai mengatakan sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan masih menjadi lapangan pekerjaan terbesar di provinsi tersebut, mengungguli sektor perdagangan maupun industri lainnya.
“Kontribusi terbesar masih berasal dari sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan,” ujar Mas’ud di Samarinda, Selasa.
Dominasi sektor pertanian menjadi menarik di tengah citra Kalimantan Timur yang selama ini identik dengan tambang batu bara dan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Data BPS justru menunjukkan sebagian besar warga bekerja pada sektor berbasis sumber daya alam tradisional.
Setelah sektor pertanian, lapangan kerja terbesar kedua berasal dari perdagangan besar dan eceran yang menyerap 338.446 pekerja atau sekitar 16,96 persen.
Sebaliknya, sektor dengan kontribusi tenaga kerja paling kecil adalah penyediaan listrik dan air. Sektor ini hanya menyerap sekitar 20.200 pekerja atau 1,01 persen dari total tenaga kerja di Kaltim.
BPS juga mencatat peningkatan jumlah pekerja formal pada Februari 2026. Jumlahnya mencapai 1.106.348 orang atau 55,45 persen dari total pekerja. Angka itu naik 2,37 persen dibanding tahun sebelumnya.
Di tengah pembangunan besar-besaran di Kaltim, data ini memperlihatkan sektor pertanian masih menjadi bantalan utama ekonomi rumah tangga warga, terutama di daerah luar perkotaan. [DIAS/RIL]
Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami

















