BONTANG, Kalimantan Timur (Kaltim) mulai menunjukkan pergeseran arah investasi. Selain industri kimia yang selama ini mendominasi, sektor perumahan, kawasan industri, perkantoran, hingga hotel mulai menarik minat investor.
Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bontang mencatat realisasi investasi kota itu mencapai Rp3,08 triliun sepanjang 2025, melampaui target yang dipatok Rp2,5 triliun.
Kepala DPMPTSP Bontang Muhammad Aspian Nur mengatakan dua sektor utama yang mendominasi Penanaman Modal Asing (PMA) ialah perumahan serta kawasan industri dan perkantoran.
“Kedua sektor ini menjadi indikator bahwa Bontang tidak hanya berkembang sebagai kota industri, tetapi juga mulai menunjukkan daya tarik pada sektor jasa dan hospitality,” kata Aspian Nur, Rabu.
Fenomena ini dinilai sejalan dengan meningkatnya kebutuhan kawasan penunjang industri, termasuk hunian pekerja, layanan bisnis, hingga fasilitas akomodasi.
Meski demikian, struktur investasi Bontang masih didominasi sektor industri pengolahan. Industri kimia dasar, barang kimia, dan farmasi menjadi penyumbang terbesar investasi domestik dengan kontribusi mencapai 85,96 persen.
Selain itu, sektor perdagangan dan reparasi menyumbang 5,18 persen, industri logam dasar 3,16 persen, usaha jasa lainnya 2,32 persen, serta hotel dan restoran sebesar 1,12 persen.
Sepanjang 2025, realisasi investasi tersebut berasal dari 323 proyek yang dijalankan 81 pelaku usaha besar. Jumlah itu menunjukkan aktivitas investasi di Bontang masih bergerak aktif di tengah persaingan antarwilayah dalam menarik modal baru.
Masuknya investasi sektor jasa dan properti juga menjadi sinyal bahwa Bontang perlahan mulai membangun identitas baru, bukan hanya sebagai kota industri berbasis migas dan kimia, tetapi juga kota penyangga ekonomi modern di Kaltim. [DIAS]
Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami

















