Pemkab PPU Pasang Stiker Khusus dan Tanggung Kebutuhan Pokok Warga Isolasi Mandiri

  • Whatsapp
Wabup PPU, Hamdan memasang stiker khusus mereka yang menjalani isolasi mandiri beberapa waktu lalu.

PEMERINTAH Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menanggung kebutuhan pokok bagi warga menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing sebagai antisipasi penularan Coronavirus Disease 2019 (COVID-19), sampai masa karantina mereka berakhir.

“Bagi warga yang rumahnya dipasangi tanda khusus berupa stiker dalam pengawasan dan melakukan isolasi mandiri, maka untuk kebutuhan pokok mereka ditanggung Pemkab,” jelas Sekretaris Daerah Kabupaten PPU, Tohar di Penajam, Selasa (28/4).

Kebutuhan pokok yang ditanggung oleh Pemkab Penajam Paser Utara untuk mereka berupa sembilan bahan pokok (sembako), termasuk elpiji. Sehingga selama masa karantina ini, tidak ada alasan mereka ke luar rumah untuk mencari bahan makanan maupun untuk keperluan pribadi.

Menurutnya, jumlah rumah warga yang dipasangi tanda khusus berupa isolasi mandiri tersebut saat ini terdata sebanyak 77 rumah dan tersebar di semua kecamatan di Kabupaten PPU. Rinciannya, di Kecamatan Penajam merupakan jumlah yang paling banyak, yakni mencapai 40 rumah, Kecamatan Waru ada 11 rumah, Kecamatan Babulu terdapat 19 rumah, dan di Kecamatan Sepaku terdata 7 rumah.

Rumah warga yang dipasangi tanda khusus berupa stiker, lanjut Tohar, diawasi langsung oleh Tim Gugus Tugas Penanganan Percepatan COVID-19 Kabupaten PPU. Tujuannya untuk memudahkan pengawasan bagi petugas. Rumah yang dipasangi stiker ini merupakan warga yang memiliki riwayat perjalanan ke Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Dilanjutkannya, Pemerintah Kabupaten PPU mengambi langkah strategis setelah mengetahui ditemukannya penyebaran virus Corona di daerah kabupaten ini melalui transmisi lokal (penularan lokal). Penularan melalui transmisi lokal ini diperoleh dari kontak langsung pasien positif COVID-19 dari pelaku perjalanan ke Kabupaten Gowa, atau terjadinya interaksi dengan lingkungannya.

Untuk menekan jumlah penularan lokal COVID-19, kemudian pihaknya memasang tanda khusus berupa stiker di rumah warga yang terdata merupakan pelaku perjalanan ke Kabupaten Gowa. Semua masyarakat di sekitar rumah itu, termasuk Ketua RT, pemerintah desa atau kelurahan, diminta turut mengawasi bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas, sehingga Tim Gugus Tugas juga terbantu dalam pengawasan. (*)

Pos terkait