PRANALA.CO, SAMARINDA – Sederet fakta soal pembunuhan yang terjadi di sebuah guest house di Jalan Jenderal Urip Sumoharjo, Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Samarinda Ilir, Senin (28/10/2024) dini hari lalu mulai terkuak.
Seorang remaja berusia 17 tahun diduga melakukan aksi penusukan yang berujung pada kematian, setelah mencoba menegur korban yang berselisih dengan istrinya.
Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Ary Fadli, mengungkapkan insiden ini terjadi setelah pelaku, yang merasa terganggu oleh keributan antara korban dan istrinya, mencoba menengahi dengan memberi teguran.
“Pelaku merasa terganggu dan ingin melerai, tetapi teguran yang disampaikan dianggap kasar, sehingga memicu ketegangan,” jelas Ary, Selasa (29/10/2024).
Peristiwa ini bermula di kamar B 303, saat pelaku dan teman-temannya mendengar percekcokan antara korban dan istrinya. Merasa tidak nyaman dengan suara yang mengganggu, mereka memutuskan untuk menegur korban. Namun, teguran itu memicu respons emosional dari korban, yang merasa tersinggung.
Tidak terima atas teguran kasar yang dilontarkan, korban bersama saudaranya kembali mendatangi kamar pelaku untuk meminta penjelasan. Ketegangan yang memuncak membuat pelaku merasa terancam hingga mengeluarkan senjata tajam dan menyerang korban.
Dalam insiden tersebut, SAB (17) mengalami luka tusuk fatal di dada sebelah kiri dan dinyatakan meninggal dunia. Selain itu, SA (24) dan AS (27) turut mengalami luka tusukan dan goresan di beberapa bagian tubuh.
Atas tindakannya, pelaku dihadapkan pada pasal 76C jo pasal 80 ayat (3) UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak serta pasal 338 KUHP subsider pasal 351 ayat (3) KUHP. “Kami menerapkan pasal perlindungan anak, mengingat pelaku dan korban masih berusia di bawah umur,” jelas Kombes Pol Ary Fadli.
Saat ini, pihak Polresta Samarinda masih melanjutkan penyelidikan, termasuk menghimpun keterangan dari para saksi yang ada di lokasi kejadian. Diharapkan, keterangan saksi dapat memperjelas jalannya peristiwa yang berawal dari teguran sederhana hingga berujung tragedi. (*)
















