Pelajar di Kaltim Dijadikan Kurir, Bawa Sabu 1,4 Kg dalam Saset Kopi

BNNP menggagalkan pengiriman sabu seberat 1,4 kg (dok. BNNP Kaltim)

GEMBONG Narkoba punya banyak cara mengelabui petugas untuk menjual barang haram ini. Salah satunya dengan memakai jasa seorang pelajar di Kalimantan Timur. Pelajar berinisial JL ditangkap membawa sabu seberat 1,4 kilogram (kg), Ahad (5/6).

“Kami berhasil mengamankan satu orang yang diduga kurir, saat ini sedang kami dalami jaringannya. Diduga jaringan Tawau,” kata Kabid Pemberantasan BNNP Kaltim, Halomoan Tampubolon dalam siaran persnya, Senin (6/4).

Petugas BNNP Kaltim mengamankan barang bukti 20 bungkus sabu yang dikemas menggunakan bungkus kopi saset dengan berat total 1.455,22 gram, 1 unit HP, 1 unit motor, dan 1 kotak kardus.

Sebanyak 20 paket sabu terbungkus di dalam saset kopi Kapal Api 65 gram, 10 paket sabu terbungkus di dalam saset kopi Kapal Api 25 gram, seluruhnya dimasukkan dalam dus kotak Hydro Coco.

Kasus ini terungkap setelah anggota BNNP Kaltim mendapatkan informasi pengiriman narkoba ke wilayah Anggana. Berdasarkan ciri-ciri yang didapat petugas, pelaku ditemukan melintas dari kota Samarinda menuju ke Anggana Kutai Kartanegara.

Lanjut dia, saat melakukan pengawasan, pelaku tiba-tiba melintas seorang diri menggunakan kendaraan Yamaha N-Max warna Biru dan terlihat membawa 1 kotak kardus. Petugas pun membuntutinya hingga wilayah Anggana Kabupaten Kutai Kartanegara.

Pelaku JL disergap ssat tiba di sebuah bangunan di area Jl Mulawarman Poros Samarinda-Anggana. Petugas BNNP Kaltim masih mendalami peran pelaku. Modus pelaku ini memasukkan sabu ke dalam kemasan kopi. Sampai saat ini kami masih melakukan pemeriksaan intensif guna melakukan proses pengembangan lebih lanjut.

Selain itu BNN Kaltim juga masih mendalami lagi peran pelaku, apakah dia sebagai salah satu bandar atau hanya kurir yang bertugas mengantarkan barang haram itu kepada pelanggannya.

Akibat perbuatannya, pelaku terancam tidak bisa menyelesaikan sekolahnya karena melanggar UU 35/2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. (nz/dk)

More Stories
Pemprov Kaltim Kembali Berlakukan Bekerja di Rumah