Tugu Selamat Datang Dijaga 16 Jam, Gunung Kusnodo Ditutup Total

  • Whatsapp
Ilustrasi Tugu Selamat Datang.

PANDEMI Covid-19 masih menghantui Kota Bontang. Arus masuk mobilisasi massa ke Kota Bontang, Kalimantan Timur di Tugu Selamat Datang pun diperketat. Bahkan, jalur Gunung Kusnodo akan ditutup total dialihkan ke Tugu Selamat Datang.

Ini disampaikan Kamilan, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bontang kepada Pranala.co, Selasa (7/4) siang. “Ia, sudah tadi dirapatkan dengan Wali Kota, Polres, Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) dan instansi terkait lainnya,” jelas Kamilan.

Kata Kamilan, sejatinya ada lima titik posko didirikan. Selain di Tugu Selamat Datang, Gunung Kusnodo, simpang 3 eks Jalan Pupuk Raya, persimpangan RS Amalia Bontang, dan simpang tiga Gunung Sari menuju Rawa Indah.

Penutupan total jalur di Gunung Kusnodo, kata Kamilan sengaja dilakukan agar mobilisasi massa dan kendaraan dari Kutai Timur bisa terpusat di Tugu Selamat Datang. Sementara di Tugu Selamat Datang akan dijaga ekstra ketat.

Di posko Tugu Selamat Datang, lanjut dia, akan disiapkan kisaran 18 orang tim gabungan. Terdiri dari Dishub, Polres, BPBD, Diskes, TNI, dan Satpol PP Bontang. Mereka bergantian 4 shift. Mulai pukul 08.00 sampai 00.00 Wita, totalnya 16 jam dijaga ketat.

“Hanya sampai jam 00.00 saja. Sebab, arus mobilisasi jam segitu kurang. Jadi kami mulai jam 08.00 sampai 00.00 Wita. Insya Allah mulai besok diberlakukan. Hari ini kami sedang persiapkan,” tegas Kamilan.

Nantinya, Tugu Selamat Datang akan dibagi tiga jalur. Jalur pertama, jalur keluar kendaraan dari Bontang. Sedangkan, dua jalur lainnya dikhususkan untuk jalur kendaraan distribusi barang dan orang. Dua jalur ini akan mendapatkan perlakuan ketat. Mulai dari pemeriksaan suhu badan setiap orang yang lewat. Mendata nama, asal keberangkatan, hingga nomor gawai. Penyemprotan disinfektan kendaraan juga dilakukan.

“Kalau suhu badannya melebihi batas normal, kisaran 37 derajat selsius akan ditangani lebih lanjut tim Gugus Percepatan Covid-19,” jelas Kamilan.

Sedangkan tiga pokso lainnya, akan memantau mobilisasi massa dalam kota dan kerumunan warga yang masih dilarang. “Posko lainnya untuk berjaga sekaligus mengontrol warga yang berada di kerumunan. Sebab, Bontang masih berstatus Kejadian Luar Biasa. Besok kita mulai lakukan,” ujar Kamilan. (id)

Pos terkait