SUASANA di sejumlah sudut Kelurahan Tanjung Laut, Bontang kini tak lagi seramai biasanya saat larut malam. Tempat-tempat yang sebelumnya kerap dipenuhi remaja hingga dini hari perlahan mulai sepi setelah patroli rutin digencarkan aparat kelurahan bersama warga.
Perubahan itu mulai terlihat dalam sepekan terakhir. Pihak kelurahan menyebut kebiasaan nongkrong malam yang sempat menjadi perhatian warga mulai berkurang, terutama di beberapa titik yang selama ini dianggap rawan.
“Di titik yang sudah kami patroli, sekarang sudah bersih. Paling hanya satu dua anak saja,” kata Lurah Tanjung Laut, Andriani Kasim, kepada Pranala.co, Senin (11/5/2026).
Bagi pihak kelurahan, persoalan ini bukan sekadar remaja berkumpul hingga larut malam. Ada kekhawatiran lebih besar yang ikut mengintai di balik aktivitas tersebut. Mulai dari konsumsi minuman keras, pergaulan bebas, hingga potensi terpapar narkoba.
Kondisi itu yang mendorong patroli malam dilakukan lebih rutin. Namun pendekatan yang dipilih tidak semata penertiban. Kelurahan mencoba menghindari pola pengawasan yang hanya berakhir pada pembubaran remaja di lokasi.
Remaja yang ditemukan nongkrong hingga larut malam justru diarahkan untuk mendapat pembinaan. Kelurahan juga menggandeng Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk memberikan edukasi dan pendampingan, termasuk melibatkan orang tua.
“Yang belum terjadi kita cegah, yang sudah ada kita perbaiki. Jadi bukan sekadar dibubarkan, tapi juga dibina,” ujar Andriani.

Langkah tersebut diambil karena pengawasan terhadap remaja dinilai tidak bisa dibebankan hanya kepada aparat. Kelurahan mulai melibatkan kader masyarakat, terutama ibu-ibu di lingkungan warga, untuk aktif melakukan pendekatan langsung kepada keluarga dan anak-anak muda.
Pendekatan itu dianggap lebih efektif karena kader berada paling dekat dengan kehidupan sehari-hari warga. Di banyak kasus, komunikasi informal justru lebih mudah diterima dibanding teguran langsung dari aparat.
Di sisi lain, fenomena remaja nongkrong hingga dini hari belakangan menjadi perhatian di sejumlah kawasan permukiman. Selain memicu keluhan warga karena kebisingan, aktivitas itu juga dinilai rentan memicu kenakalan remaja apabila tidak diawasi sejak dini.
Lurah Tanjung Laut memastikan patroli malam akan terus diperluas ke titik lain yang belum terjangkau. Pemerintah setempat berharap pengawasan yang konsisten bisa mencegah masalah sosial berkembang lebih jauh.
“Tujuan kami sederhana, ingin anak-anak ini tetap terjaga dan punya lingkungan yang lebih baik untuk masa depannya,” kata Andriani. [FR]
Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami
















