TAHUN ajaran baru selalu datang bersama daftar pengeluaran panjang bagi orang tua. Seragam, sepatu, tas, hingga perlengkapan sekolah lain kerap menjadi beban yang harus disiapkan dalam waktu bersamaan. Di Kalimantan Timur (Kaltim), pemerintah provinsi mencoba meredam tekanan itu dengan menyiapkan 64 ribu paket seragam sekolah gratis untuk siswa baru tingkat menengah pada 2026.
Program itu disiapkan Pemprov Kaltim melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim dengan total anggaran mencapai Rp65 miliar. Bantuan akan menyasar siswa SMA, SMK, Madrasah Aliyah (MA), dan Sekolah Luar Biasa (SLB), baik negeri maupun swasta di seluruh kabupaten dan kota.
“Program pembagian seragam gratis pada tahun 2026 sama seperti sebelumnya, dengan alokasi anggaran bernilai Rp65 miliar,” kata Sekretaris Disdikbud Kaltim Rahmat Ramadhan, Selasa (12/5/2026).
Tak hanya seragam sekolah, paket bantuan yang diterima siswa juga mencakup sepatu, tas, serta jilbab bagi siswi muslim. Total ada 558 satuan pendidikan yang masuk dalam sasaran program tersebut.
Rahmat mengatakan proses pendataan siswa kini memasuki tahap akhir. Sekolah diminta menyerahkan data detail penerima, termasuk ukuran pakaian, agar distribusi tidak salah sasaran. Disdikbud menargetkan seluruh pendataan rampung paling lambat 20 Juli 2026.
“Proses penentuan ukuran seragam disesuaikan secara cermat dengan nama pelajar berdasarkan hasil pendataan tahap akhir dari pihak sekolah,” ujarnya.
Meski tahun ajaran baru dimulai lebih awal, distribusi bantuan tidak langsung dilakukan pada bulan pertama sekolah. Penyaluran seragam dijadwalkan berlangsung mulai September hingga pertengahan Oktober 2026 secara bertahap di wilayah kota maupun kabupaten.
Kondisi itu berpotensi membuat sebagian orangtua tetap harus menyiapkan seragam sementara di awal masuk sekolah. Namun, Pemprov Kaltim memastikan kuota bantuan tahun ini disusun berdasarkan pengalaman distribusi sebelumnya yang dinilai mampu menjangkau seluruh siswa baru, termasuk di sekolah swasta.
Menurut Rahmat, program perlengkapan sekolah gratis tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah daerah menekan biaya pendidikan yang terus meningkat setiap tahun ajaran baru. Terlebih, kebutuhan masuk sekolah sering kali menjadi beban tambahan bagi keluarga dengan lebih dari satu anak usia sekolah.
“Program penyediaan perlengkapan sekolah gratis ini tentu mampu meringankan beban biaya pendidikan yang harus ditanggung para orang tua siswa di Kaltim,” kata Rahmat. [RE]
Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami
















