PEMERINTAH Provinsi Kalimantan Timur mulai memfokuskan lulusan SMK kesehatan untuk mengisi kebutuhan tenaga layanan kesehatan hingga ke tingkat desa. Langkah itu dilakukan di tengah meningkatnya kebutuhan tenaga medis dan penunjang kesehatan di berbagai daerah.
Kepala Bidang SMK Disdikbud Kaltim, Surasa, mengatakan sektor kesehatan menjadi salah satu prioritas pengembangan pendidikan vokasi karena memiliki kebutuhan tenaga kerja yang terus bertambah.
“Kami secara intensif mendorong agar sektor kesehatan mendapat perhatian penuh dari pelaku dunia usaha dan seluruh pemangku kepentingan terkait,” kata Surasa.
Menurut dia, saat ini terdapat 28 SMK kesehatan di Kaltim dengan berbagai konsentrasi keahlian, mulai dari keperawatan, asisten kefarmasian, teknologi medik, hingga dental.
Lulusan dari sekolah tersebut dinilai mampu mengisi berbagai fasilitas kesehatan daerah, terutama puskesmas dan puskesmas pembantu di desa maupun kecamatan yang masih membutuhkan tambahan tenaga.
“Para lulusan ini kami yakini sangat cakap secara kompetensi untuk mengisi fasilitas pelayanan kesehatan seperti puskesmas dan puskesmas pembantu,” ujarnya.
Surasa menjelaskan, seluruh siswa diwajibkan mengikuti sertifikasi profesi sebelum dinyatakan lulus. Proses itu dilakukan untuk memastikan lulusan memiliki standar kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan layanan kesehatan.
Selain memperkuat kompetensi siswa, Disdikbud Kaltim juga memperluas kerja sama dengan dunia usaha dan industri agar lulusan memiliki akses kerja yang lebih terbuka setelah menyelesaikan pendidikan.
Pemerintah berharap model pendidikan vokasi yang terhubung langsung dengan kebutuhan lapangan dapat mengurangi pengangguran lulusan SMK sekaligus membantu pemerataan layanan kesehatan di daerah. [DIAS/RE]
Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami














