• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Sabtu, Juni 27, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Warta

Anak-Anak Ramai Ikut “Sujud Freestyle”, UPT PPA Bontang Ingatkan Jangan Menghakimi

Suriadi Said by Suriadi Said
7 Mei 2026 | 18:43
Reading Time: 2 mins read
0
Bukan Sekadar Salah Pergaulan, Ini Akar Masalah Kehamilan Dini yang Hantui Remaja Bontang Anak-Anak Ramai Ikut “Sujud Freestyle”, UPT PPA Bontang Ingatkan Jangan Menghakimi Stigma Bisa Hambat Pengungkapan Kasus Kekerasan Seksual Anak di Bontang

Kepala UPT PPA DP3AKB Bontang, Sukmawati

Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

TREN “sujud freestyle” yang ramai di media sosial mulai merambah kalangan anak dan remaja. Di Bontang, fenomena itu bukan lagi sekadar konten viral, tetapi memunculkan kekhawatiran baru soal perilaku ikut-ikutan anak di tengah derasnya arus media sosial.

Unit Pelaksana Teknis Perlindungan Perempuan dan Anak (UPT PPA) Bontang menilai tren tersebut perlu disikapi hati-hati. Bukan karena gerakannya semata, melainkan karena anak-anak dinilai belum sepenuhnya memahami makna, simbol, hingga dampak dari konten yang mereka tiru demi perhatian di media sosial.

PILIHAN REDAKSI

Nilai TKA SD Bontang Lampaui Nasional, Peringkat Dua Se-Kaltim Balikpapan Dapat 10 Revitalisasi Sekolah, Wali Kota: Pendidikan Kunci Putus Kemiskinan Ribuan Anak di Kutim Masih Putus Sekolah, Data Disdikbud Ungkap Fakta Mengkhawatirkan Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono Digelar April 2026, Disdikbud Kaltim Siapkan Tes Kemampuan Akademik Serentak untuk SD dan SMP Belajar dari Bocah NTT, Bontang Siapkan Anggaran Pendidikan Rp29,6 Miliar SPMB Gantikan PPDB, Ini Perubahan Jalur Masuk Sekolah 2025 di Balikpapan

Nilai TKA SD Bontang Lampaui Nasional, Peringkat Dua Se-Kaltim

26 Juni 2026 | 23:54
TKA 2026: Nilai SMP Bontang Tertinggi di Kaltim Tidak Sekaligus, Rekrutmen 127 Guru Bontang Dilakukan Bertahap

TKA 2026: Nilai SMP Bontang Tertinggi di Kaltim

26 Juni 2026 | 23:30

“Anak-anak cenderung ikut tren untuk mendapat perhatian atau pengakuan. Makanya, kita tidak bisa langsung merespons dengan kemarahan atau hukuman,” kata Kepala Unit UPT PPA DKP3AKB Bontang, Sukmawati, kepada Pranala.co, Kamis (7/5/2026).

Fenomena itu, menurut dia, memperlihatkan bagaimana media sosial kini tidak hanya menjadi ruang hiburan, tetapi juga membentuk perilaku anak dalam kehidupan sehari-hari. Konten yang viral sering kali ditiru tanpa proses memahami konteks, termasuk ketika berkaitan dengan simbol ibadah atau tindakan berisiko.

Di sisi lain, reaksi keras dari lingkungan justru dinilai bisa memperburuk keadaan. Sukmawati mengingatkan bahwa kecaman berlebihan berpotensi memancing rasa penasaran anak lain untuk mencoba hal serupa demi viralitas.

“Pendekatan keras justru bisa membuat anak menjauh dan mencari pelampiasan di lingkungan yang kurang sehat,” ujarnya.

UPT PPA menilai persoalan utama dalam fenomena ini bukan semata tren “sujud freestyle”, melainkan lemahnya literasi digital anak dan minimnya pendampingan saat mereka mengakses media sosial. Banyak anak, kata Sukmawati, belum mampu memilah mana konten hiburan dan mana yang tidak layak ditiru.

Karena itu, ia meminta orang tua dan sekolah tidak hanya fokus melarang, tetapi juga aktif berdialog dengan anak. Pengawasan terhadap aktivitas digital dinilai sama pentingnya dengan pembinaan karakter di rumah maupun sekolah.

“Banyak anak belum memahami makna simbol atau etika dari apa yang mereka tiru. Di sinilah peran orang dewasa untuk membimbing, bukan menghakimi,” katanya.

UPT PPA juga mengingatkan agar anak yang terlibat dalam tren viral tidak dijadikan bahan olokan ataupun konten lanjutan di media sosial. Sebab, tekanan psikologis akibat perundungan dapat berdampak lebih panjang terhadap tumbuh kembang anak.

Menurut Sukmawati, fenomena tersebut bisa masuk dalam ranah perlindungan anak apabila ditemukan unsur paksaan, intimidasi, eksploitasi, atau mempermalukan anak hingga mengalami tekanan mental.

“Kalau anak dipaksa, diintimidasi, atau dipermalukan hingga mengalami tekanan psikis, itu sudah masuk kategori kekerasan atau pelanggaran hak anak,” tegasnya.

Ia menambahkan, pendekatan yang dibutuhkan saat ini bukan sekadar hukuman atau pelarangan, melainkan ruang aman bagi anak untuk belajar memahami konsekuensi dari apa yang mereka konsumsi dan unggah di media sosial. Di tengah cepatnya tren digital berubah, orang tua dan lingkungan disebut tidak bisa lagi hanya menjadi penonton. [FR]

 

Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami

Tags: Pelajar BontangVideo Viral
Previous Post

Lulusan SMK Masih Sulit Kerja, Padahal Kaltim Kekurangan Tenaga Kesehatan

Next Post

Guru Non-ASN Terancam, Kaltim Siapkan Skema Rp50 Ribu per Jam

BACA JUGA

Bermodus 'Nikah Batin', Korban Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Samarinda Bertambah jadi Empat

Bermodus ‘Nikah Batin’, Korban Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Samarinda Bertambah jadi Empat

27 Juni 2026 | 10:00
Debu yang Turun di Balikpapan Ternyata Zeolit, Hasil Awal Sebut Material Aman Hujan Debu di Balikpapan: BMKG Bantah Faktor Cuaca, Pertamina Sebut dari Aktivitas Kilang

Debu yang Turun di Balikpapan Ternyata Zeolit, Hasil Awal Sebut Material Aman

27 Juni 2026 | 09:13
Nilai TKA SD Bontang Lampaui Nasional, Peringkat Dua Se-Kaltim Balikpapan Dapat 10 Revitalisasi Sekolah, Wali Kota: Pendidikan Kunci Putus Kemiskinan Ribuan Anak di Kutim Masih Putus Sekolah, Data Disdikbud Ungkap Fakta Mengkhawatirkan Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono Digelar April 2026, Disdikbud Kaltim Siapkan Tes Kemampuan Akademik Serentak untuk SD dan SMP Belajar dari Bocah NTT, Bontang Siapkan Anggaran Pendidikan Rp29,6 Miliar SPMB Gantikan PPDB, Ini Perubahan Jalur Masuk Sekolah 2025 di Balikpapan

Nilai TKA SD Bontang Lampaui Nasional, Peringkat Dua Se-Kaltim

26 Juni 2026 | 23:54
Kaltim Kaya SDA, Mengapa Pendapatan Daerah Belum Maksimal? Makanan MBG Dikeluhkan Siswa SMA 13 Samarinda, Wagub Kaltim Minta Dievaluasi

Kaltim Kaya SDA, Mengapa Pendapatan Daerah Belum Maksimal?

26 Juni 2026 | 23:40
TKA 2026: Nilai SMP Bontang Tertinggi di Kaltim Tidak Sekaligus, Rekrutmen 127 Guru Bontang Dilakukan Bertahap

TKA 2026: Nilai SMP Bontang Tertinggi di Kaltim

26 Juni 2026 | 23:30
Kementerian ESDM Bidik Tambang Ilegal di Kaltim, Pemodal jadi Sasaran Utama Polsek Tabang Gerebek Tambang Emas Ilegal di Kukar, 7 Pekerja Diamankan

Kementerian ESDM Bidik Tambang Ilegal di Kaltim, Pemodal jadi Sasaran Utama

26 Juni 2026 | 23:06
Next Post
Berebut 20 Kursi, 128 Guru SD Adu Nasib di Seleksi Guru Pengganti Bontang Guru Non-ASN Terancam, Kaltim Siapkan Skema Rp50 Ribu per Jam Tekanan Guru Meningkat, Bontang Mulai Tangani Kesehatan Mental Pendidik 26.975 Guru dan Ustaz di Kaltim Bakal Terima Insentif Rp 1,5 Juta per Tiga Bulan Insentif Guru Honorer di Kaltim Naik Rp500 Ribu per Bulan, Gubernur Targetkan Bisa Capai Rp1 Juta

Guru Non-ASN Terancam, Kaltim Siapkan Skema Rp50 Ribu per Jam

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Sudah Habiskan Rp244 Miliar, Balikpapan Masih Butuh 5.784 Unit PJU Tambahan

Sudah Habiskan Rp244 Miliar, Balikpapan Masih Butuh 5.784 Unit PJU Tambahan

20 Juni 2026 | 21:48
Hindari Lubang Jalan, 2 Pemotor Tewas Kecelakaan di Kutim

Hindari Lubang Jalan, 2 Pemotor Tewas Kecelakaan di Kutim

22 Juni 2026 | 16:00

Balikpapan akan Terang Benderang, 2 Ribu Lampu Jalan Siap Dipasang hingga Oktober 2025

26 Juni 2025 | 12:46
Olahraga Adalah Investasi, Dispora Kaltim: Pembudayaan Olahraga Harus jadi Perhatian Semua Pihak

Olahraga Adalah Investasi, Dispora Kaltim: Pembudayaan Olahraga Harus jadi Perhatian Semua Pihak

5 November 2023 | 22:24

Ekonomi Bontang Anjlok 2,15 Persen, Industri Raksasa Terkapar, Sektor Jasa Meroket

12 Mei 2025 | 18:50

Terbaru

Bermodus 'Nikah Batin', Korban Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Samarinda Bertambah jadi Empat

Bermodus ‘Nikah Batin’, Korban Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Samarinda Bertambah jadi Empat

27 Juni 2026 | 10:00
Debu yang Turun di Balikpapan Ternyata Zeolit, Hasil Awal Sebut Material Aman Hujan Debu di Balikpapan: BMKG Bantah Faktor Cuaca, Pertamina Sebut dari Aktivitas Kilang

Debu yang Turun di Balikpapan Ternyata Zeolit, Hasil Awal Sebut Material Aman

27 Juni 2026 | 09:13
Nilai TKA SD Bontang Lampaui Nasional, Peringkat Dua Se-Kaltim Balikpapan Dapat 10 Revitalisasi Sekolah, Wali Kota: Pendidikan Kunci Putus Kemiskinan Ribuan Anak di Kutim Masih Putus Sekolah, Data Disdikbud Ungkap Fakta Mengkhawatirkan Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono Digelar April 2026, Disdikbud Kaltim Siapkan Tes Kemampuan Akademik Serentak untuk SD dan SMP Belajar dari Bocah NTT, Bontang Siapkan Anggaran Pendidikan Rp29,6 Miliar SPMB Gantikan PPDB, Ini Perubahan Jalur Masuk Sekolah 2025 di Balikpapan

Nilai TKA SD Bontang Lampaui Nasional, Peringkat Dua Se-Kaltim

26 Juni 2026 | 23:54
Kaltim Kaya SDA, Mengapa Pendapatan Daerah Belum Maksimal? Makanan MBG Dikeluhkan Siswa SMA 13 Samarinda, Wagub Kaltim Minta Dievaluasi

Kaltim Kaya SDA, Mengapa Pendapatan Daerah Belum Maksimal?

26 Juni 2026 | 23:40
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 Nomor 74E Kel Bontang Baru, Kota Bontang, Kalimantan Timur, Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: [email protected]

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved