Meski Corona, Ekspor Batu Bara Kaltim Tumbuh 2 Persen

Ilustrasi pengangkutan batu bara. (antara foto)

PANDEMI virus corona atau Covid-19 sudah memengaruhi kinerja ekonomi global. Tidak saja Indonesia yang terkena dampaknya, tetapi perekonomian Kaltim pun sudah turut terdampak akibat virus ini.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kaltim, Tutuk SH Cahyono mengatakan di tengah wabah Covid-19, kinerja ekspor Iuar negeri Kaltim diperkirakan masih cukup kuat menopang penurunan konsumsi yang terdampak paling signifikan oleh pandemi Covid-19.

“Berdasarkan data dari Ditjen Bea dan Cukai, volume ekspor batu bara pada Februari 2020 tumbuh sebesar 2,25% (yoy), bahkan ekspor ke Tiongkok yang sedang lockdown tumbuh sebesar 31,49% (yoy),” jelasnya dalam rilisnya Sabtu, 11 April 2020.

Tutuk berujar, perekonomian Kaltim pada awalnya diperkirakan masih tetap tumbuh positif pada triwulan 1 2020 sebesar 1,9% – 2,3% (yoy) namun bisa terkoreksi hingga 0,60% dari prakiraan sebelum mewabahnya Covid-19.

Secara keseluruhan tahun, sebagaimana perkiraan kami sebelumnya sebelum covid merebak, pertumbuhan ekonomi Kaltim di tahun 2020 sudah mengalami perlambatan.

Wabah Covid-19, tegasnya, telah memberikan tekanan terhadap perekonomian dunia dan menimbulkan ketidakpastian di lingkungan global. Kebijakan lockdown yang ditempuh sejumlah negara untuk mencegah penyebaran Covid-19 lebih lanjut turut memberikan tekanan terhadap perekonomian Indonesia.

Berbagai kebijakan yang ditempuh oleh pemerintah untuk memutuskan mata rantai penyebaran seperti melalui pembatasan kegiatan (social distancing) juga turut menekan perekonomian lebih lanjut.

Bank Indonesia turut mendukung upaya pemerintah dalam memprioritaskan aspek kesehatan dan kemanusiaan untuk menekan penyebaran Covid-19.

Lalu, untuk meminimalisir dampak negatif Covid-19, Bank Indonesia terus bersinergi dengan pemerintah untuk mendorong pemberian stimulus terhadap masyarakat berpenghasilan rendah, UMKM, serta industri terdampak lainnya.

“Lapangan usaha lainnya terdampak signifikan dengan mewabahnya Covid-19 ini, terutama sektor perdagangan, transportasi, dan akomodasi,” tutur Tutuk. (ma)

More Stories
12 Tenaga Medis di Penajam Diduga Tertular Covid-19