Pranala.co, PANGKEP – Keberadaan pengemis, terutama anak-anak, di jalanan Pangkep kian meresahkan. Mereka tampak menjamur di beberapa titik strategis. Mulai dari SPBU, perempatan lampu merah, hingga area perbankan.
Fenomena ini dikeluhkan banyak warga. Selain mengganggu kenyamanan, keberadaan mereka juga dinilai membahayakan, terutama bagi anak-anak yang bebas berkeliaran di jalan.
“Kasihan memang, tapi kadang malah berkerumun dan mengganggu,” ujar Aswin, seorang pengendara yang kerap melintasi area SPBU.
Kondisi ini membuat pengguna jalan merasa serba salah. Rasa iba bercampur dengan ketidaknyamanan, terlebih saat situasi lalu lintas padat.
Menanggapi situasi tersebut, Satpol PP Pangkep bergerak cepat. Kepala Seksi Operasional Satpol PP, Mariama, memastikan pihaknya akan turun langsung ke lapangan untuk melakukan penertiban.
“Insyaallah besok kami akan lakukan penertiban di SPBU dan titik rawan lainnya,” ujar Mariama, Rabu (25/6/2025).
Menurut Mariama, razia terhadap pengemis sebenarnya sudah sering dilakukan. Bahkan, pihaknya sudah memasang spanduk larangan berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) yang berlaku.
Namun, tantangan tetap ada.
“Masalah ini tidak bisa diselesaikan oleh Satpol PP saja. Perlu dukungan Dinas Sosial untuk proses pembinaan. Karena ini bukan cuma soal ketertiban, tapi juga kesejahteraan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Mariama mengungkapkan fakta yang mengejutkan. Sebagian besar pengemis di Pangkep ternyata bukan warga asli daerah tersebut.
“Mereka dari luar daerah. Tapi buat KTP Pangkep supaya bisa bebas beroperasi. Akhirnya muncul stigma negatif, seolah-olah Pangkep miskin,” ucapnya.
Fenomena ini disebut sebagai pekerjaan rumah serius bagi Pemkab Pangkep. Jika dibiarkan, bukan hanya mengganggu ketertiban kota, tetapi juga bisa memicu eksploitasi anak dan persoalan sosial lainnya.
Mariama berharap ada solusi menyeluruh yang melibatkan banyak pihak, agar tidak hanya sekadar menertibkan, tapi juga memberi jalan keluar yang manusiawi dan berkelanjutan.
[IRWAN]
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami














