SAMARINDA, Pranala.co – Kabar duka menyelimuti dunia birokrasi Kalimantan Timur (Kaltim). Meiliana binti Haji Muhammad Adnan Sabirin, perempuan pertama yang menjabat Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi (Pj Sekdaprov) Kaltim, menghembuskan napas terakhir Selasa (7/4/2026) pukul 18.00 WITA.
Kepergiannya di rumah duka di Carpotek Blok GG, Samarinda, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kerabat, dan rekan-rekan sesama aparatur negara.
Meiliana, yang akrab disapa Bu Mei, mengakhiri perjalanan hidupnya di usia senja setelah puluhan tahun mengabdi bagi pembangunan daerah. Selain dikenal sebagai sosok yang ramah dan tegas, ia juga mencatat sejarah sebagai wanita pertama yang memimpin birokrasi tertinggi di provinsi berjuluk Bumi Etam ini.
Perjalanan karier Meiliana dimulai dari titik terendah. Pada 1985, ia memulai pengabdian sebagai tenaga honorer proyek di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kaltim. Tekad dan dedikasinya membawanya diangkat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), lalu Pegawai Negeri Sipil (PNS) di instansi yang sama.
Sepanjang lebih dari tiga dekade mengabdi, Bu Mei meniti berbagai jenjang jabatan strategis. Ia pernah memimpin Subbagian Tamu Pemprov Kaltim, Kepala Bagian Protokol, hingga Kepala Bagian Penerangan, Publikasi, dan Dokumentasi Biro Humas.
Pengalamannya di bidang administrasi kemudian membawanya memimpin Pusat Kajian, Pelatihan, dan Pendidikan Aparatur Lembaga Administrasi Negara (LAN) Samarinda.
Puncak kariernya semakin menanjak pada 2014 saat dipercaya menjadi Asisten Administrasi Umum Sekdaprov Kaltim. Setahun berselang, tepatnya 2015–2016, namanya kembali mencuat sebagai perempuan pertama yang menjabat Penjabat Wali Kota Samarinda.
Pengalaman memimpin ibu kota provinsi itu kemudian membawanya kembali ke kursi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekdaprov Kaltim.
Tongkat estafet kepemimpinan birokrasi Kaltim akhirnya dipegangnya pada 2018. Meiliana ditunjuk dan dilantik sebagai Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim, menggantikan Rusmadi yang mundur untuk maju dalam Pemilihan Gubernur Kaltim 2018. Posisi tersebut semakin mengukuhkan namanya sebagai sosok pelopor perempuan di birokrasi Kalimantan Timur.
Kepergian Bu Mei meninggalkan kenangan mendalam bagi mereka yang pernah bekerja bersamanya, termasuk di era kepemimpinan Gubernur Awang Faroek Ishak. Berbagai ungkapan belasungkawa mengalir dari berbagai kalangan, mengingat kontribusinya dalam membangun tata kelola pemerintahan daerah. (RED)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami


















