Pranala.co, SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menargetkan pembangunan 1.000 rumah layak huni (RLH) bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dalam lima tahun ke depan.
Program ini menjadi salah satu janji politik Bupati Ardiansyah Sulaiman bersama Wakil Bupati Mahyunadi. Pelaksanaannya dilakukan bertahap sepanjang masa kepemimpinan mereka.
“Program RLH ini akan berjalan selama lima tahun. Setiap tahun ada pembangunan maupun perbaikan rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah,” ujar Kepala Dinas Permukiman dan Perumahan Rakyat (Disperkim) Kutim, Ahmad Iip Makruf, di Sangatta, Kamis (18/9/2025).
Tahun pertama program, pemerintah menyiapkan 200 unit rumah. Anggarannya berbeda, tergantung jenis bantuan. Untuk pembangunan baru dialokasikan sekitar Rp115 juta per unit. Sementara perbaikan rumah lama membutuhkan Rp50–60 juta.
“Kami mulai dengan skema kombinasi, ada rumah baru dan ada perbaikan. Semua menyesuaikan kondisi lapangan,” jelas Iip.
Tidak semua warga bisa masuk daftar penerima. Ada sejumlah kualifikasi yang harus dipenuhi.
Pertama, penerima harus tercatat sebagai warga Kutim, dibuktikan dengan KTP dan KK. Kedua, memiliki lahan dengan sertifikat hak milik (SHM).
“Kalau menumpang di tanah orang tua, harus ada surat hibah dari desa yang ditandatangani langsung oleh orang tua,” tegas Iip.
Selain itu, masyarakat yang tinggal di kawasan kumuh juga masuk prioritas penerima bantuan.
Disperkim Kutim tak bekerja sendiri. Program ini dikaitkan dengan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), serta masalah stunting dan data kemiskinan lainnya.
“Kolaborasi data penting, supaya bantuan tepat sasaran. Tidak hanya soal rumah, tapi juga menyentuh sisi kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Tahun ini, tim Disperkim sudah turun langsung ke lapangan. Peninjauan dilakukan di empat kecamatan: Sangatta Utara, Sangatta Selatan, Teluk Pandan, dan Rantau Pulung.
Dari hasil peninjauan, pemerintah memastikan calon penerima sudah sesuai kriteria. Selanjutnya, pembangunan ditargetkan segera berjalan.
Dengan program 1.000 rumah layak huni ini, Pemkab Kutim berharap masyarakat berpenghasilan rendah tidak hanya memiliki tempat tinggal yang layak, tetapi juga lebih sejahtera. (HAF)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami

















