Pranala.co, BERAU — Pemprov Kalimantan Timur (Kaltim) terus mempercepat transformasi layanan perpajakan. Di tengah tekanan ekonomi dan kontraksi penerimaan pajak, digitalisasi dan ekspansi layanan Samsat digencarkan demi mengoptimalkan pendapatan daerah.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kaltim, Ismiati, melaporkan bahwa per Juli 2025, jumlah kendaraan yang terdata di Kaltim mencapai 3.388.320 unit. Dari angka tersebut, 2,8 juta adalah sepeda motor, sementara mobil sebanyak 573 ribu unit.
Namun, hingga pertengahan tahun ini, realisasi penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) baru menyentuh 44,2 persen dari target Rp2,05 triliun. Adapun target total pendapatan pajak tahun 2025 adalah Rp8,4 triliun.
Kondisi ekonomi masyarakat turut berdampak pada penerimaan pajak kendaraan baru. Penerimaan dari Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) mengalami penurunan signifikan, yakni kontraksi hingga 28 persen.
Hal ini sejalan dengan laporan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO), yang mencatat penurunan daya beli terhadap kendaraan bermotor baru.
Pemprov Kaltim tak tinggal diam. Berbagai layanan Samsat terus diperluas, khususnya di daerah yang memiliki potensi penerimaan besar.
Di Kabupaten Berau jumlah kendaraan mencapai 210.563 unit dengan target penerimaan Rp136,49 miliar. Sementara di Kabupaten Paser jumlah kendaraan tembus 223.160 unit dengan target penerimaan: Rp110 miliar
Pemprov Kaltim juga mengembangkan layanan pajak digital yang semakin memudahkan wajib pajak. Kini, pembayaran PKB tahunan dapat dilakukan melalui berbagai kanal daring.
Seperti:ATM & Mobile Banking; aplikasi LinkAja dan Pay Kaltimtara; marketplace seperti Tokopedia dan Gojek; aplikasi SIGNAL dari Korlantas Polri; E-SAMSAT Bhabinkamtibmas; hingga layanan antar Samsat Delivery via PT Pos Indonesia
Namun, tantangan masih dihadapi. Mulai dari data kendaraan yang belum mutakhir, kendaraan rusak atau hilang yang belum dilaporkan, hingga medan geografis yang sulit dijangkau seperti di kepulauan Maratua dan Derawan.
Meski tantangan terus ada, program pemutihan pajak bertajuk Gratispol yang digelar pada April–Juni 2025 terbukti sukses. Program ini berhasil menghimpun penerimaan hingga Rp583 miliar, termasuk Rp203,8 miliar dari opsen pajak.
Ismiati mengucapkan terima kasih atas dukungan berbagai pihak. Mulai dari Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim, Polda Kaltim, PT Jasa Raharja, hingga mitra layanan seperti Bank Kaltimtara, BCA, Mandiri, BNI, BTN, Pegadaian, Pos Indonesia, Tokopedia, dan Indomaret.
“Kami terus berkomitmen memperbaiki sistem, memperluas akses layanan, dan mendorong optimalisasi pendapatan demi pembangunan Kalimantan Timur,” tutup Ismiati.

















Mohon diperpanjang kebijakan bebas pajak tertunggak seperti daerah lain akibat lesunya ekonomi kaltim terimakasih bapak gubernur kaltim.