Menu

Mode Gelap
Penerbitan PKL Samarinda Ricuh, Sani: Tolong, Wali Kota Pakai “Otak”, Jangan “Otot” Mulu Penerbitan PKL di Samarinda Ricuh, Pedagang Serang Satpol Pakai Balok dan Parang Diduga Teroris Sembunyi di Kaltim, Polda Ajak Warga jadi Mata-Mata Mobil Seruduk 2 Pemotor di Balikpapan, 1 Orang Tewas Negara Rugi Rp7,26 Miliar, 9 Pelaku Bom Ikan di Balikpapan Diringkus

Samarinda · 14 Mei 2022 01:37 WITA ·

Kelabui Toko Perhiasan di Kaltim, Beli Emas Pakai Bukti Tansfer Mobile Banking Editan


 Rekaman CCTV, Pelaku yang di gerebek petugas Kepolisian berseragam preman (Istimewa) Perbesar

Rekaman CCTV, Pelaku yang di gerebek petugas Kepolisian berseragam preman (Istimewa)

pranala.coPolresta Samarinda di Kalimantan Timur (Kaltim) mengungkap praktik penipuan pembelian emas di sejumlah toko perhiasan di Kota Tepian. Terduga pelaku adalah seorang perempuan muda, Puji Setyaningsih (28) dibekuk polisi di toko perhiasan di Pasar Ijabah Samarinda, Ahad (8/5/2022).

Dalam rekaman kamera CCTV berdurasi 02.05 menit, personel polisi berbaju preman menangkap tangan perempuan ini saat beraksi.

“Kronologi penangkapan secara detail, belum bisa kita ungkap. Hal itu karena kita saat ini, masih dalam pendalaman kasus,” kata Kapolresta Samarinda Komisaris Besar Polisi Ary Fadli dalam pers rilis di Kantor Polresta Samarinda, Jum’at (13/5/2022).

BACA JUGA: Hore! Harga Minyak Goreng Curah di Kaltim Mulai Turun

Ary mengatakan, Polresta Samarinda menerima laporan penipuan pembelian emas dari sejumlah toko perhiasan setempat. Dalam laporan itu, polisi pun mengantongi ciri-ciri berikut modus penipuan dilakukan pelaku.

Berbekal informasi itu, petugas berhasil mengidentifikasi aksi pelaku di kawasan Pasar Ijabah Samarinda. Saat itu, perempuan ini diduga akan kembali mengulang aksi penipuannya. Tetapi kali ini, ia harus berurusan langsung dengan aparat penegak hukum.

Dalam proses penyelidikan, pelaku diduga tidak hanya beraksi di Samarinda Kota, tetapi juga di beberapa wilayah kecamatan setempat.

BACA JUGA: Anak Berusia 8 Tahun di Samarinda Diduga Meninggal Akibat Hepatitis Akut

“Kalau dari hasil Polsek Samarinda Kota, baru terungkap indikasinya di dua kecamatan, di Kecamatan Samarinda Seberang, Kecamatan Samarinda Ulu, dan Kecamatan Sungai Pinang. Namun ini masih dalam penyelidikan,” ungkap Ary.

Kepada para wartawan, pelaku membeberkan modus penipuannya. Ia mempergunakan bukti transfer mobile bangking palsu kepada para korban. Awalnya, perempuan ini mengecoh para korban dengan mengaku sudah mentransfer pembayaran pembelian perhiasan emas secara daring.

Belakangan diketahui, ia sudah mengedit bukti pembayaran tersebut dengan mempergunakan aplikasi PIXLR di gawai ponselnya.

BACA JUGA: Wagub Kaltim Minta Pusat Restui Perjuangan Dana Bagi Hasil

“Editnya tidak sampai 1 menit. Saya belajarnya dari YouTube,” tutur Puji.

Ia terancam dengan hukuman 4 tahun penjara atas aksinya ini. Dari laporan sementara, total kerugian para korban diperkirakan mencapai Rp39.500.00. Ini total kerugian korban di wilayah Samarinda Kota. Sedangkan di kecamatan lain masih dalam penyelidikan polisi.

“Sisanya masih kita cek dan dalami,” ujar Ary.

Polisi menunjukkan barang bukti hasil tangkapan dari tangan pelaku. Barang bukti tersebut berupa:
– Satu lembar nota pembelian emas asli.
– Satu buah kalung emas milano polos
– Satu buah liontin emas bulat mata keliling
– Dua buah cincin emas
– Tiga buah anting
– Satu unit handphone merek Samsung Galaxy S22 warna putih
– Uang tunai Rp2.900.000

BACA JUGA: Ratusan Pengecer BBM di Samarinda Siap-Siap Ditertibkan

Polisi juga mendapati fakta di mana hasil kejahatan pelaku ternyata dipergunakan untuk judi online. Uangnya didapat dengan menjual kembali perhiasan tersebut ke toko lain. Pelaku diketahui melakukan aksinya seorang diri. Berpindah pindah tempat dengan menggunakan jasa ojek online.

“Emas dia beli dari toko satu, dijual ke toko lain. Itu uangnya buat belanja dia, dan juga untuk judi online. Untuk kasus penadahan juga masih kita dalami, karena pelaku ini kan jualnya pakai nota asli. Apakah terpenuhi unsur penadahan atau tidak, Kita masih dalami,” beber Ary. (dw/id)

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Editor

Baca Lainnya

Penerbitan PKL Samarinda Ricuh, Sani: Tolong, Wali Kota Pakai “Otak”, Jangan “Otot” Mulu

26 Mei 2022 - 10:17 WITA

IMG 20220526 105838

Selamat! Pelajar Bontang dan Samarinda Lolos Paskibraka Nasional 2022

26 Mei 2022 - 08:47 WITA

IMG 20220526 090451

Penerbitan PKL di Samarinda Ricuh, Pedagang Serang Satpol Pakai Balok dan Parang

26 Mei 2022 - 01:16 WITA

IMG 20220526 005848

Bengkel hingga Warung Kelontong Samarinda Terbakar saat Pagi Buta

25 Mei 2022 - 10:16 WITA

IMG 20220525 121525

Rekomendasi Rental Mobil di Samarinda yang Tarifnya Tidak Bikin Kantong Bolong

25 Mei 2022 - 07:42 WITA

IMG 20220525 080346

Terdesak Utang Cicilan Motor, Pengangguran di Samarinda Nekat Rampok Sopir Taksi

24 Mei 2022 - 20:56 WITA

IMG 20220524 215442
Trending di Samarinda