Keisha asal Balikpapan, Lolos Blind Audition The Voice Kids Indonesia

  • Whatsapp
Nakeisha, peserta asal Balikpapan, saat performance di salah satu stasiun televisi swasta (tangkapan layar YouTube The Voice Kids GTV)

NAMA Keisha, belakangan lagi hangat jadi perbincangan di jagat sosial media Balikpapan lantaran lolos audisi ajang pencarian bakat The Voice Kids Indonesia (TVKI). Nakeisha Anjali Perdana (10) adalah siswi kelas IV di SD Kemala Bhayangkari, Kota Balikpapan.

Dalam cuplikan video blind audition yang tersebar di media sosial, Keisha menyanyikan lagu Believer dari Imagine Dragons. Tampil memukau, gadis manis dengan rambut ikal ini berhasil membuat dua coach berputar, pertama coach Marcell dan kedua coach Yura Yunita-Rizki Febian.

Bacaan Lainnya

Kasma Ervina Haida, ibu Keisha menceritakan bagaimana awal mula putrinya bisa lolos di ajang tersebut dan bisa ikut audisi di Jakarta.

“Jadi sebenarnya Keisha itu sudah ikut audisi daerah setahun lalu. Saya ingat bulan Februari 2020, saat itu ada roadshow audition mereka di Balikpapan. Informasi audisi daerah saya dapat dari mamanya teman Keisha, Grace, yang juga ikut audisi daerah itu,” ungkap Vina–sapaan akrabnya, Ahad (14/2).

Setelah mendapat informasi mengenai audisi TVKI di salah satu hotel di Balikpapan, Vina segera bersiap bersama putrinya. Dirinya saat itu baru selesai bekerja dan menyempatkan mengantar anak semata wayangnya itu.

“Pesertanya lumayan ya, ada ratusan peserta audisi dan suaranya bagus-bagus banget. Saya ingat itu sebelum pandemik. Sebenarnya kelanjutan audisi ini sempat tertahan sampai setahun karena pandemik COVID-19,” ungkapnya.

Saat audisi daerah mereka mengantre sejak pagi dan baru mendapat giliran sore. Audisi daerah ini dilaksanakan dua sesi, pertama dengan juri lokal, lalu jika lolos dengan juri dari Jakarta. Kedua sesi ini dilaksanakan di hari yang sama.

“Kami saat itu pulang malam. Banyak yang ikut, jadi tidak disangka juga. Apalagi range usia kalau tidak salah mulai 7 sampai 15 tahun. Saat Keisha ikut dia masih 9 tahun. Jadi setelah lolos di audisi pertama, lalu pindah ke ruangan selanjutnya audisi lagi,” kisahnya.

Setelah ikut, Vina pun mengaku tak berharap banyak karena putrinya memang baru pertama kali mengikuti audisi semacam ini. Sebelumnya Keisha memang dua kali sempat ikut lomba menyanyi Balikpapan. Pertama juara, yang kedua jadi juara runner up pertama.

Menurut Vina, Keisha memang menyukai seni. Selain menyanyi, ia juga suka bermain piano dan menggambar. Banyak kegiatan pengembangan diri yang diikuti Keisha, seperti taekwondo maupun les sempoa.

“Dia juga ikut taekwondo tapi setelah Februari vakum karena pandemik. Jadi dihentikan. Cuma kalau menyanyi bisa via daring,” katanya.

Kesehariannya, Keisha memang lebih banyak mengikuti les atau kursus. Selain beberapa kursus pengembangan diri, ia juga les Bahasa Inggris. Saat ini warga Palm Hills The Garden, Daksa Barat, Sepinggan, Balikpapan Selatan ini juga aktif belajar daring untuk sekolahnya. “Banyak les yang dia ikuti sekarang daring,” katanya.

Terkait bakat putrinya ini, menurut Vina sebenarnya sudah terlihat sejak Keisha masih kecil, sebelum TK. Hingga akhirnya Keisha mengikuti les menyanyi dan dilatih oleh profesional saat kelas I SD.

“Dia sendiri yang tertarik ikut les. Dia sendiri yang memang minta les mulai dari menyanyi sampai sempoa itu. Dia suka musik memang, juga ikut les piano. Walau untuk grade piano ini belum sebaik dia menyanyi. Yang juga mencolok ini juga menggambar. Baik anime maupun digital dia juga jago menggambar,” bebernya.

Menurut Vina, kecintaan Keisha terhadap seni ini memang muncul dengan sendirinya. Dirinya maupun sang suami sebenarnya tidak terlalu serius menjalankan hobi seni.

Saat pertama kali diberitahu penyelenggara, kalau Keisha lolos audisi daerah, Vina sempat tak percaya. Namun setelah menerima informasi melalui email juga, akhirnya Vina menyampaikan kabar gembira itu pada putrinya.

“Saya melihat menyanyi ini memang dunianya. Kami tahu dia lolos audisi via telepon. Jadi kami pun kaget, masa sih dari Global TV. Karena banyak yang menurut saya juga bagus. Meski sempat mengira penipuan, namun setelah diyakinkan dirinya dan keluarga sangat bersyukur.

“Saat itu dia masih 9 tahun. Agak tidak percaya ya. Apalagi belum banyak ikut ajang lain. Dua kali saja, kalau pas kecil ya lomba mewarna,” sebut Vina.

Putri pasangan Ady Bayu Perdana Dan Kasma Ervina Haida ini sangat senang saat tahu dirinya lolos. Tapi menurutnya Keisha hampir tidak mau melihat video audisinya.

“Waduh ma, aku kayaknya gugup deh ma,” kata Vina menirukan ucapan Keisha saat itu.

Vina pun mengaku sempat melihat komentar warganet di akun YouTube yang mengomentari penampilan Keisha kaku. Namun memang saat itu Keisha dalam keadaan sangat gugup.

Ada sekitar dua atau tiga kali jadwal diundur pasca dinyatakan lolos, lantaran pandemik COVID-19. Terlebih selama beberapa waktu Jakarta menerapkan PSBB maupun PPKM. Ia pun sempat bertanya apakah ada berapa perwakilan dari Balikpapan.

Rupanya hanya Keisha perwakilan dari Kota Minyak yang berhasil lolos. Sebelum tampil di blind audition, Keisha banyak berlatih. Lagu yang dibawakannya itu adalah lagu audisi daerah yang pertama.

Berangkat ke Ibukota Jakarta dan menjalani blind audition, Keisha maupun sang ibu makin gugup karena panggung sangat besar dan megah. Apalagi ketika dua coach berputar saat ia tampil, Keisha sempat kaget dan makin gugup.

“Ada dua coach yang berputar, Coach Marcell dan Yura-Rizki Febian, tapi Keisha pilih Coach Marcell. Ini berarti ada 21 orang di Coach Marcell. Setelah ini akan ada lagi tahap berikutnya, namanya battle,” jelas Vina.

Masih ada beberapa tahapan untuk Keisha bisa menjadi juara. Sejauh ini, Vina mengaku yang terpenting putrinya senang dan hobi serta kemampuannya bisa tersalurkan. “Ini masih menunggu lagi kabar selanjutnya dari penyelenggara. Tahapannya juga masih banyak, setelah battle ada lagi nanti,” katanya.

Nantinya saat perform battle peserta akan lebih mengerucut. Masih ada beberapa tahapan yang masih akan dilalui.

Ia juga menceritakan, saat audisi, penyelenggara menerapkan protokol kesehatan dengan cukup ketat. Mulai dari pemeriksaan COVID-19 dengan tes antigen sebelum berangkat, dilanjutkan tes swab polymerase chain reaction (PCR) sesampainya di Jakarta.

“Di hari yang sama kami juga PCR. Jadi kalau positif tidak bisa melanjutkan. Sangat ketat. Setelah dinyatakan negatif pun kami tetap karantina. Lalu kami mulai berkegiatan dan berangkat ke lokasi acara,” ungkap Vina.

Vina sangat bangga putrinya bisa lolos sampai tahap ini. Dirinya pun berharap Keisha bisa lolos di tahap battle nanti. “Alhamdulillah. Semoga bisa lolos di tahap selanjutnya lagi, harapan Keisha bisa terus berkembang. Karena memang dia anak art. Sekarang saja dia sudah sering membayangkan bisa berkuliah yang art,” ungkapnya.

Saat blind audition ini, Keisha juga berhasil membuat para juri terharu lantaran mengungkapkan rasa rindunya terhadap sang ayah yang bekerja di Papua. Tak disangka, pihak GTV telah menyiapkan kejutan dengan menelepon langsung ayah Keisha yang memberikan dukungan kepada putrinya meski dari jauh.

 

 

 

[dn]

Pos terkait