PRANALA.co – Menjelang perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2024, harga tiket pesawat menuju Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur mengalami lonjakan signifikan, mencapai kisaran Rp2 juta untuk sekali jalan.
Pemerintah sebelumnya menyampaikan bahwa lapangan tempat pelaksanaan upacara HUT Kemerdekaan Indonesia di IKN sudah siap digunakan. Namun, kenaikan harga tiket pesawat satu bulan menjelang acara membuat perjalanan ke IKN menjadi lebih mahal.
Berdasarkan informasi dari agen perjalanan online pada Jumat (19/7/2024), harga tiket pesawat di bawah Rp1 juta masih tersedia, namun dengan syarat transit hingga 8 jam. Sementara itu, penerbangan langsung oleh maskapai Garuda Indonesia berada di kisaran Rp2,1 juta.
Untuk rute penerbangan dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Bandara SAMS Sepinggan, harga termurah pada 15 dan 16 Agustus mencapai Rp1,74 juta. Padahal, harga tiket untuk rute tersebut pada bulan Agustus biasanya berkisar antara Rp1 juta hingga Rp1,4 juta.
Sebaliknya, harga tiket penerbangan rute Balikpapan-Jakarta cenderung lebih murah pada tanggal 15 dan 16 Agustus, dengan kisaran harga mulai dari Rp1,3 juta hingga Rp2 juta. Biasanya, harga tiket untuk rute ini selama bulan Agustus berkisar antara Rp1 juta hingga Rp1,3 juta.
Ketua Umum Asosiasi Maskapai Penerbangan Nasional Indonesia (INACA), Denon Prawiraatmadja, menyatakan bahwa iklim usaha penerbangan di Indonesia saat ini tidak sehat akibat adanya monopoli perdagangan.
“Beberapa monopoli yang terjadi antara lain monopoli penyedia avtur di bandara, monopoli pengelolaan bandara oleh pemerintah baik melalui BUMN maupun BLU dan UPBU Kementerian Perhubungan, serta monopoli operasional penerbangan dari maskapai atau grup maskapai tertentu,” jelas Denon.
Denon juga menuturkan bahwa permasalahan yang melingkupi penerbangan nasional sangat kompleks dan melibatkan berbagai kementerian dan lembaga. Salah satu langkah untuk meminimalisir monopoli adalah dengan pengelolaan slot penerbangan yang lebih baik dan berkeadilan bagi maskapai serta sesuai dengan kekuatan pasar. (*)
*) Ikuti berita terbaru PRANALA.co di Google News ketuk link ini dan jangan lupa difollow
















Comments 1