AKTIVITAS warga di salah satu jalur utama Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim) kini harus beradaptasi. Jalan Syarifuddin Yoes resmi ditutup total menyusul pekerjaan perbaikan longsor yang diperkirakan berlangsung hingga tiga bulan ke depan.
Penutupan akses vital tersebut berpotensi mengubah pola perjalanan ribuan pengguna jalan setiap hari. Untuk menghindari kepadatan yang lebih parah, Pemerintah Kota Balikpapan bersama sejumlah pihak langsung menyiapkan rekayasa lalu lintas dan jalur alternatif.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Balikpapan, Muhammad Fadli Pathurrahman, mengatakan skema pengalihan arus telah disepakati melalui koordinasi bersama ketua RT, lurah, camat, hingga Polresta Balikpapan.
Hasil koordinasi itu menghasilkan dua jalur alternatif yang akan digunakan selama proses perbaikan berlangsung.
Bagi kendaraan yang menuju kawasan Ruhui Rahayu, pengendara diarahkan melintas melalui Jalan Punai menuju BJBJ. Sebaliknya, kendaraan dari arah Ruhui Rahayu menuju BJBJ akan dialihkan melewati kawasan Perumahan Vila Damai.
Menurut Fadli, skema tersebut sudah dituangkan dalam berita acara dan akan diberlakukan setiap hari mulai pukul 05.00 hingga 22.00 WITA.
“Untuk kendaraan yang menuju Ruhui Rahayu, aksesnya melalui Jalan Punai menuju BJBJ. Sementara untuk kendaraan dari Ruhui Rahayu menuju BJBJ akan melewati jalur Perumahan Vila Damai,” ujarnya.
Tidak hanya menyiapkan rekayasa lalu lintas, Dishub juga mendapat tugas khusus untuk mendampingi masa awal penutupan jalan.
Arahan tersebut disampaikan Pemerintah Kota Balikpapan melalui Asisten I atas instruksi wali kota. Masa pendampingan awal dijadwalkan berlangsung sekitar 14 hari.
Namun, Dishub memastikan pengaturan lalu lintas tidak akan berhenti setelah masa pendampingan berakhir.
“Secara internal kami juga mengeluarkan kebijakan agar tidak terpaku pada batas waktu pendampingan. Kami tetap melakukan pengamanan dan pengaturan lalu lintas melalui DALOPS Dinas Perhubungan Kota Balikpapan bersama Satlantas Polresta Balikpapan,” kata Fadli.
Pekerjaan perbaikan longsor di Jalan Syarifuddin Yoes diperkirakan memakan waktu hingga Agustus mendatang.
Meski demikian, pemerintah berharap proses pengerjaan bisa berlangsung lebih cepat sehingga jalan tersebut dapat kembali digunakan masyarakat sebelum peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
Harapan itu bukan tanpa alasan. Jalan Syarifuddin Yoes selama ini menjadi salah satu urat nadi mobilitas warga Balikpapan, terutama bagi masyarakat yang beraktivitas di kawasan Balikpapan Selatan dan sekitarnya.
“Kita berharap sebelum 17 Agustus jalan itu sudah dapat difungsikan kembali dan digunakan oleh masyarakat Kota Balikpapan,” ungkapnya.
Sebelum keputusan penutupan total diambil, pemerintah sebenarnya sempat mengkaji opsi sistem buka-tutup jalan agar kendaraan masih dapat melintas.
Namun hasil analisis teknis menunjukkan metode tersebut tidak memungkinkan diterapkan.
Kajian yang dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum melalui balai terkait bersama Dinas Pekerjaan Umum Kota Balikpapan menyimpulkan pekerjaan perbaikan harus dilakukan secara penuh selama tiga bulan demi alasan keselamatan dan efektivitas pengerjaan.
Karena itu, penutupan total menjadi pilihan yang dianggap paling aman untuk mempercepat penanganan longsor sekaligus mencegah risiko yang lebih besar bagi pengguna jalan.
Selama masa pengerjaan berlangsung, Dishub dan Satlantas Polresta Balikpapan akan terus bersiaga mengatur arus kendaraan agar mobilitas masyarakat tetap berjalan lancar.
Bagi warga Balikpapan, beberapa bulan ke depan mungkin akan terasa sedikit lebih panjang di jalan. Namun jika perbaikan berjalan sesuai rencana, akses yang lebih aman dan nyaman menjadi hasil yang ditunggu bersama. [RUL]
Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami
















