IMPIAN sebagian warga Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim) untuk memiliki hunian baru tampaknya harus tertunda. Tren terkini menunjukkan pasar properti di Kota Minyak sedang menghadapi situasi yang kurang menguntungkan bagi konsumen.
Harga rumah di Balikpapan terus merangkak naik secara signifikan pada triwulan I 2026. Ironisnya, lonjakan harga ini justru diiringi dengan penurunan penjualan yang merosot tajam.
Berdasarkan Survei Harga Properti Residensial (SHPR) dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Balikpapan, Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) melonjak 1,44 persen secara tahunan (year on year/yoy). Angka ini melesat jauh dibanding triwulan sebelumnya yang hanya tumbuh 0,43 persen.
Kepala Perwakilan BI Balikpapan, Robi Ariadi mengungkapkan bahwa kenaikan harga ini terjadi merata di semua lini, mulai dari hunian mewah hingga rumah sederhana.
Rumah tipe besar mencatatkan lonjakan tertinggi mencapai 2,93 persen (yoy). Sementara itu, rumah tipe kecil yang biasanya menjadi buruan pasangan muda juga ikut terkerek naik sebesar 1,85 persen (yoy). Untuk tipe menengah, kenaikannya relatif tipis di angka 0,38 persen (yoy).
Robi menjelaskan, para pengembang terpaksa menaikkan harga jual akibat tekanan biaya produksi yang semakin tinggi di lapangan.
“Developer melakukan penyesuaian harga jual rumah untuk mengakomodasi kenaikan harga bahan bangunan dan upah tenaga kerja,” ujar Robi dalam keterangan resminya, Minggu (31/5/2026).
Kombinasi antara harga yang semakin mahal dan pergeseran prioritas pengeluaran masyarakat berdampak fatal pada angka penjualan. Warga tampaknya memilih untuk menahan dompet mereka erat-erat.
Data BI menunjukkan volume penjualan rumah baru di Balikpapan terjun bebas sebesar 55,56 persen. Sepanjang tiga bulan pertama tahun ini, hanya ada 72 unit rumah baru yang berhasil terjual. Padahal pada periode yang sama tahun lalu, pengembang mampu melepas hingga 162 unit rumah.
Penurunan paling tragis justru menimpa rumah tipe kecil yang selama ini menjadi penopang pasar. Penjualannya amblas dari 109 unit kini tersisa 36 unit saja.
Selain faktor harga, BI menilai momentum Ramadan dan Hari Raya Idulfitri membuat masyarakat lebih memilih mendahulukan kebutuhan pokok ketimbang membayar uang muka perumahan.
Bagi masyarakat yang tetap nekat membeli rumah, jalur kredit masih menjadi pilihan utama. Sebanyak 71 persen skema pembelian rumah di Balikpapan masih mengandalkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR).
Meski begitu, angka pengguna KPR ini sebenarnya menurun jika dibandingkan awal tahun lalu yang sempat menyentuh 87,7 persen. Selebihnya, warga memilih membeli dengan tunai keras sebesar 15 persen dan tunai bertahap 14 percent.
Kondisi ini membuat para pengembang perumahan di Balikpapan harus memutar otak. Mereka tidak hanya dihantam kenaikan harga material, tapi juga dihadapkan pada ketatnya seleksi kualitas kredit calon konsumen serta bayang-bayang kenaikan suku bunga KPR.
Menyiasati hal ini, banyak pengembang yang mulai mengubah strategi. Mereka kini memilih fokus memproduksi rumah tipe kecil dan menengah dengan desain inovatif agar harganya tetap ramah di kantong masyarakat lokal.
Geliat Berbeda di Sektor Hotel
Kondisi kontras justru terlihat pada sektor properti komersial. Walau indeks harganya masih terkoreksi tipis 0,10 persen, sektor perhotelan di Balikpapan justru menunjukkan tanda-tanda kebangkitan yang kuat.
Penurunan harga sewa hotel kini semakin mengecil, hanya minus 3,63 persen dibandingkan periode sebelumnya yang sempat terpuruk hingga minus 9,95 persen.
Membaiknya bisnis hotel ini tidak lepas dari posisi strategis Balikpapan sebagai penyangga utama Ibu Kota Nusantara (IKN). Aktivitas intensif di Kilang Pertamina Balikpapan, proyek pembangunan IKN tahap II, serta padatnya agenda rapat instansi dinas menjadi berkah tersendiri bagi pemilik hotel.
BI Balikpapan pun tetap optimistis bahwa masa depan properti di kota ini akan kembali cerah. Dukungan masif dari proyek hilirisasi industri, magnet IKN, serta pelonggaran likuiditas makroprudensial dari bank sentral diyakini akan menjadi stimulus kuat untuk menggairahkan kembali pasar hunian dalam waktu dekat. [RIL/DIAS]
Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami


















