Menu

Mode Gelap

Bontang · 23 Jun 2022 14:21 ·

Harga Sapi Kurban Naik Rp5 Juta, Pedagang Tak Berani Stok Banyak


					Pedagang sapi di Jalan Bhayangkara hanya berani sediakan stok 35 ekor sapi untuk Idul Adha tahun ini. Foto: Yusva Alam Perbesar

Pedagang sapi di Jalan Bhayangkara hanya berani sediakan stok 35 ekor sapi untuk Idul Adha tahun ini. Foto: Yusva Alam

BONTANG, pranala.co – Jelang Hari Raya Iduladha tahun ini, harga sapi kurban di Kota Bontang alami kenaikkan. Hal ini lantaran merebaknya kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di sebagian wilayah di Indonesia. Kenaikkan harga sapi kurban kali ini cukup drastis. Selisih harganya bisa mencapai Rp 2 – 5 juta.

Berdasarkan penelusuran Pranala.co di sebagian pedagang sapi kurban di Kota Taman, harga yang ditawarkan cukup bervariasi. Ada sebagian pedagang yang dulunya menjual sapi seharga Rp 17 – 18 juta, saat ini naik menjadi Rp 23 juta. Namun ada juga yang dulunya menjual seharga Rp 18 juta sekarang naik sedikit Rp 21 juta, atau dulunya harga Rp 21 juta sekarang harga 23 juta.

“Tiap tahun harga sapi kurban memang selalu naik. Tapi berbeda dengan tahun ini yang naiknya cukup tinggi,” ujar Randru, salahsatu pedagang sapi kurban di daerah Langlang, Bontang.

Menurutnya, kenaikkan harga sapi kurban ini diakibatkan biaya karantina yang membengkak di daerah asal sapi kurban, Sulawesi. Pasalnya, sebelum sapi dikirim harus dikarantina terlebih dahulu. Normalnya, karantina hanya membutuhkan waktu 3-4 hari, akibat PMK waktu jadi lebih panjang, yaitu 14 hari.

“Selama karantina biaya operasional bertambah. Efeknya, harga di tempat asal jadi mahal,” bebernya.

Gegara kondisi ini, Randru mengaku hanya menyediakan stok sapi lebih sedikit. Apabila biasanya dirinya sedia stok sapi sampai 60 ekor, sekarang hanya tersedia 30 ekor sapi.

“Masalah harga ini yang bikin kami takut stok banyak sapi,” pungkasnya.

Serupa dengan Teddy Irawan, Pedagang Sapi di kawasan Jalan Bhayangkara, Bontang. Dirinya mengaku akibat kondisi PMK ini, dirinya hanya menyediakan stok 35 ekor sapi. Padagal normalnya ia bisa menyiapkan stok 50 ekor sapi setiap jelang Iduladha.

Menurutnya, tidak hanya PMK, pandemi covid-19 juga menjadi penyebab pembeli sapi kurban makin sedikit. Karena daya beli masyarakat Bontang menurun.

“Dulu itu ada langganan saya yang biasa sekali beli 7 ekor, sekarang Cuma 2 ekor saja,” imbuh pria yang juga merangkap profesi tukang bangunan ini. (ya)

Artikel ini telah dibaca 21 kali

Avatar of Suriadi Said badge-check

Editor

Baca Lainnya

Fenomena Langka! Gerombolan Lumba-Lumba Terlihat di Perairan Malahing

1 Juli 2022 - 17:58

Fenomena Langka Gerombolan Lumba Lumba Terlihat di Perairan Malahing

Lagu Bawasir dan Pelesiran, Dua Inovasi Pelayanan Administrasi Kependudukan bagi Warga Pesisir Bontang

1 Juli 2022 - 15:29

Inovasi ini memudahkan catin melakukan perubahan status pada Kartu Tanda Penduduk elektronik e KTP dan pembuatan Kartu Keluarga KK baru. 1

“Demi Kekasihku”, Status Pengantin Baru Langsung Berubah

1 Juli 2022 - 09:57

Demi Kekasihku Status Pengantin Baru Langsung Berubah 1

Pupuk Kaltim Klaim Sudah Transparan Soal Dana CSR

1 Juli 2022 - 08:11

Pupuk Kaltim Klaim Sudah Transparan Soal Dana CSR

Aksi Demonstrasi Pupuk Kaltim Berjalan Damai, Pendemo Pungut Sampah

30 Juni 2022 - 17:36

Usai Demonstrasi Masyarakat Bufferzone Menggugat Punguti Sampah

Demi Isi Perut, Mencuri 8 Motor di Kutai Timur

30 Juni 2022 - 16:55

Untitled design 8 1
Trending di Bontang