SANGATTA, Pranala.co — Setelah sempat melonjak tajam usai Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, harga cabai di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) kini mulai menunjukkan tren penurunan. Kondisi ini menjadi kabar baik bagi masyarakat setelah sebelumnya harga cabai rawit merah menembus angka tinggi.
Berdasarkan data Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutim per 26 Maret 2026, harga cabai rawit merah turun signifikan ke kisaran Rp100 ribu per kilogram, dari sebelumnya mencapai Rp220 ribu per kilogram.
Kepala Disperindag Kutim, Nora Ramadani, menyebut penurunan harga ini menjadi indikasi mulai pulihnya pasokan di pasar, meskipun distribusi belum sepenuhnya stabil.
“Per 26 Maret, berdasarkan data SP2KP, harga cabai rawit merah sudah turun di kisaran Rp100 ribu per kilogram,” ujarnya, Jumat (27/3/2026).
Nora menjelaskan, lonjakan harga sebelumnya terjadi akibat kelangkaan pasokan yang berlangsung secara bersamaan, baik dari produksi lokal maupun kiriman dari luar daerah.
Memasuki H+2 Lebaran, stok cabai lokal dilaporkan habis. Di sisi lain, distribusi dari daerah pemasok seperti Jawa dan Sulawesi juga mengalami hambatan, sehingga menyebabkan kekosongan barang di pasaran.
Kondisi tersebut diperparah oleh tingginya permintaan masyarakat pasca-Lebaran yang tidak diimbangi dengan ketersediaan stok.
“Permintaan tetap tinggi, tetapi barangnya tidak ada. Ketika stok kosong bersamaan, harga langsung melonjak,” jelasnya.
Fenomena kenaikan harga cabai, lanjut Nora, tidak hanya terjadi di Kutai Timur, tetapi juga dirasakan di berbagai daerah di Indonesia. Hal ini dipengaruhi gangguan produksi di sejumlah sentra pertanian.
Selain itu, kemampuan produksi cabai lokal di Kutim masih terbatas. Saat ini, produksi daerah baru mampu memenuhi sekira 30 persen dari total kebutuhan masyarakat.
Untuk menjaga stabilitas harga, Disperindag Kutim terus melakukan pemantauan di lapangan serta berkoordinasi dengan distributor guna memastikan ketersediaan pasokan tetap terjaga. (HAF)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami
















