SETELAH tiga tahun nyaris tanpa pembaruan, Pemerintah Kota Bontang akhirnya memutuskan memindahkan sekaligus merombak command center yang selama ini menjadi pusat kendali data dan informasi kota. Fasilitas yang digadang mendukung konsep Smart City itu dinilai sudah tidak lagi representatif.
Pemindahan command center dipastikan tetap berjalan meski sebelumnya sempat menghadapi hambatan non-teknis. Saat ini, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bontang masih menyusun tahap perencanaan dan penganggaran sebelum pengerjaan fisik dimulai.
“Sekarang progresnya tetap jalan. Kami sedang dalam proses perencanaan. Setelah itu baru masuk tahap pengerjaan agar sesuai dengan aturan yang berlaku,” ujar Kepala Diskominfo Bontang, Andi Hasanuddin Akmal, Selasa (19/5/2026).
Berbeda dari sebelumnya, command center nantinya tidak lagi berada di lantai dua Auditorium Tiga Dimensi. Pemkot memutuskan memindahkan pusat kendali tersebut ke lantai dasar melalui skema pertukaran ruang dengan Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Bontang yang akan menempati lantai dua.
Pemindahan itu bukan sekadar pindah ruangan. Diskominfo Bontang juga menyiapkan penyesuaian desain dan tata letak baru agar command center lebih mendukung pelayanan berbasis teknologi dan pemantauan data kota secara terintegrasi. Meski begitu, konsep detailnya masih dirampungkan dan belum dipublikasikan.
Pemkot Bontang mengalokasikan anggaran sekira Rp400 juta untuk renovasi dan pemindahan tersebut. Karena nilainya berada di bawah ambang tertentu, proses pengadaan dilakukan lewat mekanisme pengadaan langsung tanpa lelang.
Andi menargetkan pengerjaan fisik mulai Juni 2026. Jika berjalan sesuai jadwal, command center baru sudah dapat difungsikan Juli mendatang.
Rencana pembaruan ini sejalan dengan evaluasi Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, yang menilai fasilitas command center selama ini tertinggal dari kebutuhan pengembangan kota digital. Menurutnya, pusat kendali itu belum pernah diperbarui sejak ia menjabat.
“Sejak saya jadi wali kota, belum pernah disentuh. Padahal ini penting untuk mendukung pelayanan berbasis teknologi,” kata Neni beberapa waktu lalu. [ADS/FR]
Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami















