Pranala.co, SAMARINDA — Retakan di sejumlah dinding Flyover Air Hitam membuat warga Samarinda cemas. Infrastruktur ikonik yang menghubungkan Jalan Juanda dan Jalan A. Wahab Syahranie itu kini menjadi sorotan publik setelah foto-foto keretakan viral di media sosial.
Menanggapi keresahan itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda langsung bergerak cepat. Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), tim teknis mulai melakukan pembongkaran di dua segmen dinding yang mengalami kerusakan parah sejak Selasa (14/10).
“Langkah ini bagian dari tahap awal penanganan teknis sekaligus kajian menyeluruh terhadap struktur flyover,” jelas Hendra Gunawan, Kepala UPTD Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Samarinda, Kamis (16/10/2025).
Menurut Hendra, pekerjaan perbaikan ditargetkan rampung dalam waktu tiga bulan. Pembongkaran dilakukan untuk mengevaluasi bagian yang retak sebelum dilakukan perkuatan ulang agar lebih kokoh.
“Dua segmen yang retak sedang kami bongkar. Setelah itu, dilakukan evaluasi teknis dan perbaikan menyeluruh. Struktur utama flyover aman dan tetap bisa dilalui kendaraan seperti biasa,” ujarnya menegaskan.
Tim teknis juga tengah menelusuri penyebab utama retakan tersebut. Diduga, faktor usia material dan getaran kendaraan berat berkontribusi pada munculnya retakan di dinding luar.
Langkah cepat ini diapresiasi warga, mengingat retakan di beberapa titik terlihat cukup besar hingga bisa dimasuki tangan orang dewasa. Kondisi itu sempat menimbulkan kekhawatiran soal keamanan pengguna jalan.
Flyover Air Hitam diresmikan pada 22 Juli 2016. Jembatan layang pertama di Samarinda ini menjadi kebanggaan warga karena berhasil mengurai kemacetan di jalur padat pusat kota. Namun, setelah hampir satu dekade digunakan, tanda-tanda keausan mulai tampak.
Pemkot Samarinda menegaskan bahwa proyek perbaikan ini menjadi bagian dari komitmen menjaga keamanan dan keindahan infrastruktur kota.
“Yang terpenting, masyarakat tidak perlu panik. Struktur utama aman, dan kami pastikan perbaikan berjalan maksimal demi keselamatan bersama,” pungkas Hendra.
Perbaikan dinding Flyover Air Hitam ditargetkan selesai pada awal 2026, dan diharapkan dapat mengembalikan ketahanan sekaligus estetika salah satu ikon transportasi Kota Tepian itu. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami










