Pranala.co, PANGKEP — Isu buah berulat yang ditemukan dalam paket Makan Bergizi Gratis (MBG) di salah satu sekolah di Kabupaten Pangkep berbuntut panjang. Komisi II DPRD Pangkep turun langsung ke lapangan untuk memastikan kualitas dan kebersihan makanan dalam program unggulan tersebut.
Usai meninjau rumah sakit, rombongan Komisi II yang dipimpin Ketua Komisi II Lutfi Hanafi, bersama Sekretaris Komisi II Syamsinar, dan anggota Andika Putra, langsung bergerak ke dapur produksi Rumah MBG Tumanpua, Kamis (16/10/2025).
Langkah itu dilakukan sebagai respons cepat setelah pemberitaan tentang sekolah penerima MBG yang mendapat buah berulat viral di media sosial.
“Kami datang untuk memastikan kebenaran informasi dan melihat langsung proses produksinya. Kami tidak ingin kasus seperti ini merusak kepercayaan masyarakat terhadap program MBG,” ujar Syamsinar, sekretaris Komisi II DPRD Pangkep.
Menurut Syamsinar, setelah dilakukan klarifikasi di lapangan, pihak pengelola Rumah MBG Tumanpua mengakui adanya kelalaian dalam proses sortir buah.
“Mereka mengakui ada kelalaian kecil. Tapi sudah berjanji akan memperketat pengawasan, terutama saat penyortiran bahan makanan,” tegasnya.
Meski sempat kecolongan, Syamsinar memastikan kondisi dapur Rumah MBG Tumanpua saat ini sudah sangat layak.
“Alhamdulillah, dapurnya bersih, peralatannya lengkap, dan sistem kerjanya teratur. Aktivitas memasak dimulai sejak dini hari, dan saat kami datang sekitar pukul 11 siang, semua proses sudah selesai dengan baik,” katanya.
Ia menambahkan, Komisi II DPRD Pangkep akan terus melakukan pengawasan rutin terhadap seluruh penyedia MBG di daerah itu.
“Kami tidak ingin kejadian serupa terulang. Pengawasan ini akan kami perketat agar program Makan Bergizi Gratis benar-benar tepat sasaran dan memberi manfaat maksimal bagi anak-anak sekolah,” tegas dia. (ADS/DPRD PANGKEP)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami









