Dua Penyuap Bupati Kutai Timur Segera Diadili

Istri Bupati Kutai Timur Ismunandar yang juga Ketua DPRD Kutai Timur Encek Unguria mengenakan rompi tahanan usai menjalani pemeriksaan pascaterjaring terjaring OTT di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (3/7/2020).

BERKAS dua penyuap, yakni Aditya Maharani dan Deky Aryanto telah dinyatakan rampung oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Keduanya akan diadili atas kasus dugaan suap pekerjaan infrastruktur di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, pada 2019-2020.

“Penyidik KPK melaksanakan tahap II atau penyerahan tersangka dan barang bukti kepada jaksa penuntut umum (JPU) atas nama tersangka AM (Aditya Maharani) dan tersangka DA (Deky Aryanto),” kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara bidang penindakan KPK Ali Fikri di Jakarta, Senin, 31 Agustus 2020.

Jaksa penuntut memiliki waktu 14 hari untuk menyusun surat dakwaan keduanya. Ali mengaku belum mengetahui lokasi sidang perkara kedua tersangka tersebut.

Kedua penyuap akan melanjutkan masa tahanan pada 31 Agustus 2020 hingga 24 September 2020. Aditya ditahan di rumah tahanan (Rutan) Polda Metro Jaya Jakarta Selatan dan Deky ditahan di Rutan Polres Jakarta Pusat.

Ali mengatakan sebanyak 49 saksi telah diperiksa penyidik untuk merampungkan berkas kedua tersangka. Sebagian saksi bakal memberikan keterangan di muka persidangan untuk pembuktian perkara.

“Nantinya JPU menyusun timeline terkait saksi-saksi yang akan dihadirkan untuk pembuktian perkara,” ujar Ali.

Aditya dan Deky ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap kepada pejabat di lingkungan pemerintah Kutai Timur. Lima tersangka penerima suap yakni Bupati Kutai Timur, Ismunandar; Ketua DPRD Kutai Timur Encek Unguria; Kepala Pendapatan Daerah (Bapenda) Kutai Timur Musyaffa; Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Suriansyah; dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Aswandini.

Ismunandar diduga menerima Rp2,1 miliar dan Rp550 juta dari Aditya dan Deky melalui Suriansyah dan Musyaffa. Selain itu Ismunandar, Suriansyah, Musyaffa, dan Aswandini diduga menerima THR masing-masing senilai Rp100 juta. Kemudian transfer Rp125 juta untuk kepentingan kampanye Ismunandar. (*)

More Stories
10 Sekolah di Ibu Kota Kaltim Terancam Tak Bisa Belajar Online karena Terkendala Internet