PEMBANGUNAN jalan nasional Simpang Perdau–Batu Ampar di Kecamatan Bengalon, Kutai Timur, tidak hanya mengandalkan konstruksi konvensional. Proyek ini menggabungkan sejumlah teknologi infrastruktur untuk menjamin ketahanan jalan dalam jangka panjang.
Perwakilan pelaksana dari PT Wijaya Karya, Jamal, menjelaskan penggunaan perkerasan kaku (rigid pavement) sepanjang 12,85 kilometer dan teknologi cakar ayam modifikasi pada 5,35 kilometer.
Teknologi cakar ayam dikenal efektif untuk meningkatkan daya dukung tanah, terutama di wilayah dengan karakteristik lunak atau rawan penurunan. Kombinasi ini dinilai penting mengingat tingginya beban kendaraan berat di kawasan Bengalon.
Selain itu, proyek ini juga dilengkapi Jembatan Kanguru sepanjang 40 meter yang menggunakan teknologi PCI Girder. Sistem ini umum digunakan untuk struktur jembatan dengan kebutuhan daya tahan tinggi dan efisiensi konstruksi.
Untuk menjaga kualitas jalan, sisi bahu diperkuat dengan beton berkekuatan Fc’20 MPa, sementara sistem drainase mengandalkan saluran Uditch dan aliran alami guna mencegah genangan air.
Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman menilai secara umum kualitas proyek telah memenuhi standar jalan nasional. Meski demikian, ia meminta penyempurnaan pada aspek teknis seperti kemiringan jalan dan perlengkapan keselamatan.
Dengan penerapan teknologi tersebut, jalan ini diharapkan mampu bertahan lebih lama meski dilalui kendaraan berat secara intensif, sekaligus mendukung aktivitas ekonomi di wilayah Kutai Timur. [DIAS]
Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami















