MENJELANG Musyawarah Kabupaten (Mukab) V Kamar Dagang dan Industri Kutai Timur (Kadin Kutim) yang digelar Rabu (6/5/2026) di Hotel Royal Victoria, Sangatta, isu soliditas organisasi mengemuka. Ketua Kadin Kutim, Ahlang Edi, secara terbuka mengingatkan potensi perpecahan di tengah proses pemilihan ketua.
Peringatan itu disampaikan kepada seluruh peserta, baik pengurus maupun peninjau, agar menjaga suasana tetap kondusif. Ia menekankan pentingnya menahan diri dari manuver yang dapat memicu polarisasi di internal organisasi.
Menurut Ahlang, Mukab bukan sekadar forum pergantian kepemimpinan. Lebih dari itu, forum ini menjadi penentu arah Kadin Kutim dalam mengawal kepentingan dunia usaha di daerah yang tengah berkembang pesat.
“Saya memohon kepada teman-teman peserta maupun peninjau, mari kita jaga bersama agar Mukab ini berjalan dengan damai,” ujarnya.
Ia mengingatkan, dinamika pemilihan kerap memunculkan pengelompokan di antara pelaku usaha. Jika tidak dikelola, situasi tersebut berpotensi melemahkan peran Kadin sebagai mitra strategis pemerintah daerah.
Di Kutim, peran Kadin dinilai semakin penting seiring pertumbuhan sektor industri dan investasi. Karena itu, stabilitas internal organisasi menjadi kunci agar fungsi advokasi dan koordinasi tetap berjalan efektif.
Ahlang menegaskan, seluruh tahapan Mukab harus tetap mengacu pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) serta Peraturan Organisasi (PO). Kepatuhan terhadap aturan dinilai penting untuk menjaga legitimasi hasil pemilihan.
Mukab yang berlangsung tertib dan minim konflik diharapkan menghasilkan kepemimpinan yang tidak hanya sah secara organisatoris, tetapi juga mampu merangkul seluruh kepentingan pelaku usaha di Kutai Timur. [HAF]
Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami















