SATU pertandingan. Satu nasib ditentukan. Persekat Tegal menjamu Persiba Balikpapan pada play off degradasi Liga 2 di Stadion Trisanja, Tegal, dalam laga yang menentukan siapa bertahan dan siapa terlempar ke Liga 3.
Persekat mendapat keuntungan bermain di kandang setelah menutup fase grup A dengan 27 poin, unggul signifikan dari Persiba yang mengoleksi 19 poin.
Regulasi Liga 2 memberi hak tuan rumah kepada tim dengan poin lebih tinggi—keuntungan yang bisa menjadi pembeda di laga setipis ini.
Namun angka di klasemen tak selalu menjamin. Di fase seperti ini, tekanan kerap menghapus statistik. Kesalahan kecil bisa berujung fatal. Bagi kedua tim, ini bukan sekadar pertandingan—ini soal eksistensi.
Situasi ini menjadi semakin kontras setelah dua tim lain, Sriwijaya FC dan Persipal Palu, sudah lebih dulu dipastikan terdegradasi usai finis di dasar klasemen grup masing-masing. Artinya, hanya satu tempat tersisa untuk “selamat”—dan itu diperebutkan Persekat dan Persiba.
Di saat bersamaan, panggung berbeda tersaji di jalur promosi. Adhyaksa FC akan menghadapi Persipura Jayapura dalam play off promosi ke Liga 1, dengan Persipura menjadi tuan rumah berkat poin lebih tinggi sebagai runner-up grup.
Sementara itu, partai puncak Liga 2 Pegadaian Championship mempertemukan PSS Sleman dan Garudayaksa. Keduanya sudah memastikan tiket promosi, dan kini hanya menyisakan perebutan gelar juara di Stadion Maguwoharjo.
Kembali ke Tegal, laga ini berpotensi berjalan dengan tensi tinggi sejak menit awal. Persekat diprediksi mengandalkan kestabilan lini belakang dan dukungan publik tuan rumah.
Di sisi lain, Persiba datang tanpa beban berlebih—posisi sebagai tim tamu justru bisa menjadi ruang untuk bermain lebih lepas. [RED]
Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami
















