LANGKAH tim BC Trogen–Speicher 1 sebenarnya nyaris mencapai final liga bulu tangkis Swiss musim ini. Namun, di tengah momentum itu, satu kendala muncul—absennya salah satu andalan mereka, Imka Putrama Arlin, pada leg pertama semifinal.
Atlet asal Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim), itu tengah menjalani pertandingan di liga Prancis saat timnya bertarung di fase krusial. Situasi tersebut menjadi salah satu faktor yang memengaruhi hasil akhir, sebelum akhirnya BC Trogen–Speicher 1 harus puas finis di posisi ketiga.
Sepanjang musim, kontribusi Imka tidak bisa diabaikan. Tampil di nomor tunggal, ia mencatatkan 13 kemenangan dari 14 pertandingan—rekor yang menempatkannya sebagai salah satu pemain paling konsisten di kompetisi tersebut.
“Perjalanannya cukup panjang. Kami harus melewati fase grup dulu, dan untuk bisa ke semifinal harus masuk empat besar,” ujar Imka, menggambarkan ketatnya persaingan di liga yang diikuti tujuh tim terbaik itu.
Kompetisi menggunakan format round robin dengan sistem kandang dan tandang. Setiap pertemuan terdiri dari delapan partai, menggabungkan nomor tunggal dan ganda, sehingga konsistensi tiap pemain menjadi kunci.
Ketidakhadiran Imka di leg pertama semifinal membuat timnya kehilangan poin penting. Meski ia tampil pada leg kedua dan kembali menyumbang kontribusi, peluang menuju final sudah terlanjur menipis.
“Saya tidak bisa main di leg pertama karena jadwal di Prancis. Tapi di leg kedua saya bisa hadir,” kata dia kepada Pranala.co, Senin (4/5/2026).
Meski begitu, capaian juara ketiga tetap dinilai positif. Target awal tim untuk menembus semifinal tercapai, bahkan peluang ke final sempat terbuka lebar sebelum terhenti di fase penentuan.
Di balik itu, ada cerita lain: ritme kompetisi yang padat di dua negara. Selain di Swiss, Imka juga aktif bermain di liga Prancis dengan jadwal hampir setiap pekan. Kondisi tersebut membuatnya praktis menjalani latihan sambil bertanding tanpa jeda panjang.
“Bisa dibilang latihan sekaligus bertanding terus,” ujarnya.
Persiapan menuju musim ini dilakukan sejak jauh hari. Imka mengaku menjalani latihan intensif selama tiga bulan di fasilitas Pupuk Kaltim Bontang sebelum berangkat ke Eropa—sebuah fondasi yang membantunya beradaptasi di level internasional.
Kini, setelah musim berakhir, Imka memilih fokus pemulihan sambil menatap kompetisi berikutnya yang dijadwalkan mulai September. Dengan performa yang ditunjukkan musim ini, peluang untuk melangkah lebih jauh pada musim mendatang tetap terbuka. [DIAS]
Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami


















