ANGGARAN laundry Rp450 juta yang dikaitkan dengan Gubernur Kaltim (Kalimantan Timur) menjadi perbincangan khalayak ramai sejak awal Mei 2026. Angka itu memicu pertanyaan publik soal penggunaan belanja daerah, hingga Pemprov Kaltim memberikan klarifikasi resmi.
Pelaksana Tugas Kepala Biro Umum Setdaprov Kaltim, Astri Intan Nirwany, menegaskan anggaran tersebut tidak digunakan khusus untuk mencuci pakaian kepala daerah. Ia menyebut, dana itu dialokasikan untuk kebutuhan laundry di lingkungan rumah jabatan.
“Di RUP memang tertulis belanja laundry kepala daerah, tetapi itu hanya nomenklatur dalam sistem. Penggunaannya untuk kebutuhan rumah jabatan secara keseluruhan,” kata Astri, Senin (4/5/2026).
Penjelasan ini muncul setelah dokumen pengadaan yang beredar memunculkan persepsi bahwa anggaran tersebut hanya untuk kebutuhan pribadi gubernur. Padahal, menurut Astri, cakupan penggunaannya lebih luas dan bersifat operasional.
Ia merinci, anggaran tersebut digunakan untuk mencuci berbagai perlengkapan seperti karpet, gorden, bedcover, hingga taplak meja yang dipakai dalam kegiatan resmi di rumah jabatan.
Pemprov Kaltim mencatat, terdapat enam gedung rumah jabatan yang aktif digunakan setiap hari. Selain kegiatan pemerintahan, fasilitas tersebut juga kerap dipakai untuk agenda masyarakat.
Penggunaan rumah jabatan disebut meningkat dalam beberapa waktu terakhir, seiring kebijakan efisiensi anggaran yang mendorong pemindahan kegiatan dari hotel ke fasilitas milik pemerintah. Perubahan ini berdampak langsung pada meningkatnya kebutuhan operasional, termasuk jasa laundry.
Di kawasan tersebut juga terdapat guest house dengan 12 kamar, sekira 10 di antaranya digunakan untuk tamu VIP, seperti pejabat pusat dan tamu dari luar daerah. Pergantian tamu yang berlangsung rutin membuat kebutuhan pencucian seprai dan perlengkapan kamar berlangsung setiap hari.
Astri menegaskan, nilai Rp450 juta merupakan alokasi selama satu tahun untuk seluruh kebutuhan laundry di enam gedung tersebut. Ia juga menyebut penggunaan anggaran akan dievaluasi sesuai kebutuhan kegiatan yang berjalan.
“Bukan untuk satu orang. Itu untuk fasilitas dan kegiatan di enam gedung selama satu tahun,” ujarnya. [DIAS]
Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami
















