KETIDAKPASTIAN status yang berlarut-larut mendorong puluhan guru dan tenaga kependidikan (tendik) honorer di Kutai Timur (Kutim), Kalimantan Timur (Kaltim) turun ke jalan.
Mereka mendatangi Kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kutim, Senin (4/5/2026), menuntut kejelasan status sekaligus transparansi pendataan yang dinilai belum berpihak.
Aksi bertajuk “Aksi Solidaritas Tuntutan Gerakan Honorer Murni” itu menjadi ruang tumpahnya keresahan honorer yang selama ini bekerja tanpa kepastian. Sebagian dari mereka mengaku telah mengabdi bertahun-tahun, namun belum juga masuk dalam skema penataan tenaga non-ASN yang jelas.
Koordinator aksi, Rahmat, menyoroti proses pendataan honorer yang dinilai tidak terbuka. Ia menyebut, ketidakjelasan itu berdampak langsung pada peluang mereka mengikuti seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) maupun aparatur sipil negara (ASN).
“Kami hanya ingin keadilan. Banyak yang sudah lama mengabdi, tapi tidak tahu apakah masuk data atau tidak. Sementara seleksi terus berjalan,” kata Rahmat.
Persoalan pendataan menjadi krusial karena menjadi pintu masuk dalam seleksi ASN dan PPPK. Para honorer menilai, tenaga pendidikan yang belum terakomodasi dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik)—seperti tenaga administrasi dan perpustakaan—berpotensi kembali tersisih jika tidak segera diakui.
Selain itu, mereka juga menuntut kejelasan status hukum sebagai tenaga honorer daerah. Tanpa dasar hukum yang kuat, posisi mereka dinilai rentan, baik dari sisi pekerjaan maupun perlindungan hak.
Di sisi lain, isu kesejahteraan ikut mengemuka. Honorer meminta adanya tunjangan berbasis wilayah kerja dan sistem pembayaran yang rutin setiap bulan. Selama ini, ketidakpastian penghasilan menjadi persoalan yang terus berulang.
Rahmat menegaskan, tuntutan tersebut akan terus dikawal hingga ada respons konkret dari pemerintah daerah. “Kami tidak menuntut lebih, hanya ingin kepastian atas apa yang sudah kami jalani selama ini,” ujarnya. [HAF]
Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami















