RENCANA aksi demonstrasi Selasa, 21 April 2026, di Samarinda tak membuat Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) bersiap berhenti. Gubernur Rudy Mas’ud justru memastikan roda pelayanan publik tetap berjalan seperti biasa di tengah potensi keramaian di jalanan.
Pernyataan itu disampaikan Rudy di Kantor Gubernur Kaltim, Senin (20/4/2026) sore. Ia menegaskan, seluruh aparatur tetap masuk kerja dan menjalankan tugas, sembari memantau perkembangan situasi di lapangan.
“Pada saat pelaksanaan aksi, seluruh jajaran pemerintah tetap akan berkantor seperti biasa,” kata Rudy.
Di balik potensi tekanan aksi massa, Pemprov Kaltim memilih membuka ruang komunikasi. Pemerintah menyatakan siap menerima perwakilan demonstran untuk berdialog, dengan catatan situasi tetap kondusif.
“Pemerintah siap menerima perwakilan massa aksi, namun tetap melihat kondisi di lapangan,” ujarnya.
Sikap itu diambil di tengah sorotan tuntutan demonstran, yang antara lain menyinggung penggunaan fasilitas negara seperti mobil dinas dan perbaikan rumah jabatan. Rudy memastikan isu tersebut bukan hal baru, dan telah melalui mekanisme pengawasan resmi.
Ia menyebut audit telah dilakukan oleh lembaga berwenang seperti Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
“Proses pemeriksaan sudah dilakukan oleh lembaga resmi,” tegasnya.
Meski membuka peluang dialog, Rudy belum memastikan akan turun langsung menemui massa di lapangan. Keputusan itu, kata dia, akan ditentukan berdasarkan situasi saat aksi berlangsung. Fokus utama pemerintah saat ini adalah menjaga kendali dan memastikan stabilitas daerah.
“Semua unsur pimpinan daerah atau Forkopimda tetap berkantor dan bersiaga,” katanya.
Di ujung pernyataannya, Rudy mengingatkan satu hal yang lebih besar dari sekadar aksi: ketertiban publik. Ia berharap demonstrasi tidak berujung pada gangguan aktivitas masyarakat, termasuk penutupan jalan.
Menurutnya, kondisi daerah yang aman menjadi kepentingan bersama. “Kalau tidak aman, yang rugi kita semua,” ujar Rudy. [TIA]
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami














