RUANG digital Kalimantan Timur (Kaltim) mendadak riuh. Sudarno, Tim Ahli Gubernur Kaltim Bidang Informasi dan Komunikasi, melempar pernyataan “pedas” yang menyasar sejumlah akun anonim di Instagram dan TikTok.
Sudarno tak lagi bermain aman. Ia secara terbuka menyebut beberapa nama yang diduga kuat menjadi otak di balik akun-akun populer yang sering menyuarakan narasi miring di Bumi Etam.
“Ini saya tidak lagi sedang gimik ya. Hari ini saya tidak sedang gimik, saya lagi serius,” tegas Sudarno mengawali pembicaraan dengan awak media.
Politikus Partai Golkar ini menilai, narasi tak berdasar yang dilempar akun anonim bukan sekadar hiburan, melainkan ancaman nyata bagi iklim investasi. Baginya, kegaduhan di media sosial bisa membuat investor berfikir dua kali untuk masuk ke Kaltim.
Secara mengejutkan, Sudarno membongkar daftar akun beserta nama pengelolanya yang ia sebut masih bersifat indikatif. Di antaranya akun Infocerewet yang diduga dikelola Romo Dusukan, dan Lambe Kaltim yang menyeret nama Heri Bertus.
Ia juga menyebut akun Lambe Timur yang dikaitkan dengan Hendriko, Mata Kaltim oleh Boni, serta Etam Insight oleh Tommy Manggus. “Terindikasi ya,” ucapnya berkali-kali guna mempertegas status dugaannya.
Sudarno menyoroti perbedaan tajam antara akun-akun tersebut dengan media massa resmi. Menurutnya, media arus utama memiliki tanggung jawab kode etik, verifikasi, dan memberikan hak jawab kepada pihak yang diberitakan.
“Mereka beda sama jurnalis. Kalau media resmi ada prinsip cover both side. Jika ada berita miring, orangnya diwawancara. Di akun anonim ini, hak jawab itu tidak ada,” jelasnya.
Meski terlihat menyerang, Sudarno menggarisbawahi bahwa dirinya tidak anti-kritik. Ia mempersilakan masyarakat maupun penggiat media sosial untuk mengkritik kebijakan Gubernur selama berdasar pada data dan fakta.
Namun, ia memberi peringatan keras bagi mereka yang hanya “jualan” rumor demi memancing keresahan publik. Ia tak segan mengambil langkah tegas untuk menjaga kondusivitas daerah.
“Kalau membuat kegaduhan hanya berdasarkan rumor, kami pasti akan kejar. Kami kejar di udara dan darat!” tegas Sudarno dengan nada tinggi.
Pernyataan ini diakhiri dengan sebuah pesan tajam bagi para admin akun yang ia sebut sebagai “bocah-bocah” pembuat gaduh. Ia mengaku sudah mengantongi latar belakang mereka masing-masing.
“Hati-hati kalian bocah-bocah. Kami sudah tahu. Apa saya termasuk meneror? Enggak. Aku bicara apa adanya,” pungkasnya sembari mengajak warga Kaltim untuk lebih bijak memilah informasi di ruang digital. [RED]
Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami















