KAWASAN Kantor Wali Kota Bontang, Jalan Awang Long yang seharusnya tenang berubah menjadi sirkuit dadakan. Namun, aksi ugal-ugalan para pemuda ini berakhir pilu saat puluhan personel Satlantas Polres Bontang mengepung lokasi, Minggu (31/5/2026) sore.
Tak ada ampun. Sebanyak 69 unit sepeda motor langsung diangkut petugas ke markas kepolisian. Suasana yang tadinya bising oleh suara knalpot brong, seketika berubah menjadi senyap saat polisi datang menyergap sekira pukul 15.00 Wita.
Kasat Lantas Polres Bontang, AKP Purwo Asmadi mengungkapkan, tindakan tegas ini bukan tanpa alasan. Polisi bergerak setelah ponsel hotline Kapolres Bontang dibanjiri laporan warga yang sudah jengah dengan aksi bahaya tersebut.
“Kami menerima laporan masyarakat melalui nomor hotline Kapolres. Begitu ada informasi aktivitas balap liar yang membahayakan, kami langsung tindak lanjuti di lokasi,” ujar AKP Purwo.
Pemandangan di lokasi cukup memprihatinkan. Mayoritas pelaku dan penonton yang terjaring masih berstatus remaja, bahkan ada yang masih usia anak-anak. Mirisnya, mereka justru menjadikan jalan umum di jantung pemerintahan kota sebagai ajang pamer nyali yang salah tempat.
Purwo menegaskan, bagi motor yang terbukti digunakan untuk adu kecepatan, polisi memberikan kado pahit: sanksi tilang dan kendaraan ditahan selama tiga bulan penuh.
“Pemilik motor ini beragam usianya, dari anak-anak sampai remaja. Memang kebanyakan yang kami amankan ini milik penonton yang ikut berkerumun di sana,” jelasnya.
Penahanan selama tiga bulan ini diharapkan bisa memberikan efek jera, tidak hanya bagi si anak, tapi juga menjadi teguran keras bagi orang tua. AKP Purwo meminta para orang tua di Bontang untuk lebih ketat mengawasi buah hati mereka dalam menggunakan kendaraan bermotor.
Baginya, balap liar bukan sekadar soal ngebut di jalan. Ini adalah ancaman nyawa bagi pengendara lain yang kebetulan melintas di sekitar kawasan Kantor Wali Kota.
“Peran orang tua sangat vital. Jangan sampai kendaraan diberikan tapi malah dipakai untuk kegiatan yang membahayakan keselamatan. Kita ingin jalanan Bontang aman dan nyaman untuk semua,” pungkasnya.
Kini, 69 motor tersebut harus “bermalam” di kantor polisi, sebagai pengingat kepada puluhan remaja bahwa jalan raya bukanlah tempat untuk mencari sensasi dengan mengabaikan nyawa orang lain. [RE]
Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami
















