Pranala.co
No Result
View All Result
  • Kaltim
    • Bontang
    • Samarinda
    • Balikpapan
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Islampedia
  • Visual
    • Infografis
    • Video
  • Kolom
Pranala.co
  • Kaltim
    • Bontang
    • Samarinda
    • Balikpapan
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Islampedia
  • Visual
    • Infografis
    • Video
  • Kolom
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Kolom

Dari Garong Minyak di Lawe-Lawe

Catatan oleh Rizal Effendi, Wali Kota Balikpapan Periode 2011-2021

Suriadi Said Editor Suriadi Said
27 Februari 2025 | 20:44
Reading Time: 4 mins read
0
Dari Garong Minyak di Lawe-Lawe

Pemasangan fasilitas SPM dan jalur pipa dari Terminal Lawe-lawe ke kilang Pertamina Balikpapan

Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

TAHU Lawe-lawe? Itu kelurahan kecil di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Dulu Balikpapan Seberang. Letaknya di bibir Teluk Balikpapan dan tak jauh dari lokasi Ibu Kota Nusantara (IKN) dengan luas 7.572,49 hektare. Meski penduduknya hanya 3.285 jiwa, tapi Lawe-lawe bagi Pertamina Refinery Unit (RU) V Balikpapan sangat besar dan strategis fungsinya.

Di sini ada berdiri fasilitas penerimaan, penyimpanan dan penyaluran minyak mentah Pertamina. Mulai dulu dan bahkan sekarang diperbesar karena ikut mendukung proyek RDMP (Refinery Development Master Plan). Proyek RDMP bertujuan meningkatkan kapasitas pengolahan kilang Balikpapan dari 260 ribu menjadi 360 ribu barel per hari.

BACA JUGA

PHI dan Patra Niaga Perkuat Kerja Sama dengan Kejati Kaltim untuk Penyelamatan Aset Milik Negara

Penyebab Langkanya BBM di Bontang

Balikpapan Bersiap jadi Kota Energi Modern, RDMP Masuki Tahap Akhir

Air Laut Jadi Air Produksi, RDMP Balikpapan Masuki Fase Operasi Penting

Fasilitas single point mooring (SPM) atau single buoy mooring (SBM)  dan jalur pipa berdiameter 52 inci dipasang untuk menghubungkan Terminal Lawe-lawe ke kilang Balikpapan. Ada pipa darat sepanjang 14,4 km dan pipa lepas pantai sepanjang 4,5 km. Di Lawe-lawe juga dibangun dua tangki penampung minyak mentah berkapasitas 2 juta barel.

SPM yang berkapasitas 320 ribu DWT dipasang 13,9 km dari Pantai Tanjung Jumlai dan dirancang untuk menjaga kapal tanker tetap aman selama proses pengiriman minyak mentah.

Awal Oktober 2005 silam terminal Lawe-lawe bikin geger. Ada pencurian minyak mentah sangat besar dan canggih melalui pipa bawah laut. Lalu minyak itu dialirkan ke kapal-kapal tanker kemudian dijual ke penadah di Singapura.

Proses pencurian ini berjalan lancar. Karena kapal tanker yang menerima minyak curian itu dikapteni oleh kapten kapal eks kapal tanker Pertamina. Jadi mereka sudah mengerti seluk beluk pengangkutan minyak mentah di Lawe-lawe termasuk sistem operasinya. Selain juga bekerja sama dengan sejumlah aparat Pertamina lainnya.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono waktu itu kaget dan berang. “Saya tidak habis pikir dengan pipa berdiameter 1,5 meter dan panjang 7 mil, BBM itu dengan mudah  dialirkan dan diselundupkan,” kata SBY dengan geram.

Lebih 40 tersangka termasuk 18 orang dalam Pertamina terlibat dalam kasus garong minyak di Lawe-lawe ini. Minyak mentah yang dicuri mencapai 20 ribu barel mengakibatkan negara rugi lebih Rp8 triliun pada masa itu.

Salah seorang tersangkanya Suwardiono, kepala jaga kilang minyak Lawe-lawe. Dia dituntut jaksa seumur hidup. Jaksa menggunakan UU berlapis mulai UU pelayaran, migas, korupsi, money loundering sampai KUHP.

SKANDAL MINYAK OPLOSAN

Peristiwa Lawe-lawe terjadi 20 tahun silam. Sekarang ada lagi kasus permainan minyak di Pertamina yang dahsyat.  Tidak tanggung-tanggung negara dirugikan. Bayangkan mencapai Rp193,7 triliun. Kalau itu masuk ke kas negara, tidak repot-repot Presiden Prabowo mengeluarkan Inpres No 1/2025 berkaitan efisiensi dan pemangkasan.

Tersangka pelaku kejahatan ini juga tidak tanggung-tanggung yaitu Dirut PT Pertamina Patra Niaga (PPN), Riva Siahaan (RS). Jadi langsung bos utamanya yang bermain. Apa tidak kurang ajar? Dia langsung ditahan dan diborgol Kejaksaan Agung (Kejagung), yang bertindak hebat dan berani mengungkap kasus ini.

Ada 6 “bos zalim” lain yang ikut ditetapkan sebagai tersangka. Mereka adalah Dirut PT Pertamina International Shipping (PIS), Yoki Firnandi (YF), Sani Dinar Saifuddin (SDS) selaku Direktur Feedstock dan Product Optimization PT PIS, dan AP selaku VP Feedstock Management PT PIS.

Lalu ada pihak swasta yang ikut bermain. Yaitu Muhammad Kerry Andrianto Riza (MKAR) selaku Beneficial Owner PT Navigator Khatulistiwa (NK), DW selaku Komisaris PT NK sekaligus komisaris PT Jenggala Maritim (JM), dan GRJ selaku Komisaris PT JM dan Dirut PT Orbit Terminal Merak (OTM).

MKAR adalah anak taipan minyak Muhammad Riza Chalid yang pernah terseret kasus “Papa Minta Saham” pada 2015. Dia juga Presiden Kidzania, wahana interaktif untuk anak yang menggabungkan bermain dan belajar melalui permainan peran.

Baru sehari lalu, Kejagung menambah dua tersangka baru yaitu Direktur Pemasaran PPN Maya Kusmaya dan Edward Corner, VP Trading Operation PPN. Mereka dijemput paksa karena tidak memenuhi panggilan.

Salah satu modus kasus ini, PPN membuat permainan “sulap.” Mereka diduga membeli atau mengimport produk Pertalite (Ron 90) yang kemudian diblending atau dioplos menjadi Pertamax (Ron 92). Dengan cara mengoplos itu, maka harga pembeliannya jadi tinggi dan itu yang mereka korupsi berjamaah.

Ada juga permainan mark up kontrak shipping yang dilakukan Yoki selaku Dirut PT PIS bekerjasama dengan MKAR. Lalu dikeluarkan fee illegal sebesar 13 hingga 15 persen, sehingga MKAR meraup keuntungan dari transaksi jahat tersebut.

Mereka juga merekayasa perlunya impor minyak mentah, karena harga minyak bumi dari KKKS tidak ekonomis. Sehingga komponen harga dasar yang dijadikan acuan untuk penetapan Harga Index Pasar (HIP) BBM yang dijual kepada masyarakat menjadi mahal. Ini dijadikan dasar pemberian kompensasi maupun subsidi BBM setiap tahun dari APBN.

Permainan atau kesepakatan jahat ini mereka lakukan sejak tahun 2018 sampai 2023. Jika ini terbukti, tidak saja negara dirugikan, tetapi ribuan masyarakat kena tipu karena kendaraan mereka mengkonsumsi Pertamax oplosan, yang membahayakan mesin kendaraan.

Sementara itu, Pertamina membuat bantahan. Mereka menjamin Pertamax yang dijual kepada masyarakat bukan Pertamax yang dioplos dari Pertalite. “Narasi oplosan itu tidak sesuai dengan apa yang disampaikan Kejaksaan,” kata VP Corporate Communication Pertamina Fadjar Djoko Santoso.

Presiden Prabowo baru mengeluarkan komentar singkat ketika ditanya wartawan soal korupsi minyak di Pertamina Patra Niaga. “Lagi diurus itu semua, ya lagi diurus semua,” katanya usai meresmikan Layanan Bank Emas, The Gade Tower, Jakarta, Rabu (26/2).

Aksi pencurian minyak mentah (illegal tapping) dan BBM Pertamina bukan sesuatu yang baru. Baik yang dilakukan kecil-kecilan sampai yang bernilai ratusan miliaran rupiah. Sudah berpuluh tahun. Itu terutama terjadi di daerah penghasil minyak seperti Sumatera dan Kalimantan termasuk Kaltim.  Apalagi kilang Balikpapan sekarang menjadi kilang terbesar di Indonesia.

Istilah “minyak kencing” sudah sangat popular di kalangan pemain minyak. Minyak subsidi dicuri lalu dijual mendekati harga minyak industri. Permainanannya ada yang di tengah laut. Konsumennya banyak penambang batu bara illegal. Makanya yang bermain di minyak sama dengan bermain batu bara illegal, rata-rata jadi bos besar. Meski mereka menghianati bangsa dan rakyat.(*)

 

Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami

Penulis: Redaksi
Tags: OpiniOpini PembacaPertamina
ShareTweetSend
Previous Post

Bulog Kaltim-Kaltara Pastikan Stok Beras Aman Jelang Ramadan 2025

Next Post

13 Putra Terbaik Bontang Lolos Seleksi Calon Tamtama TNI AD Gelombang I Tahun 2025

Suriadi Said

Suriadi Said

Related Posts

DBH Kaltim Hanya Rp2,49 TriliunKang Dedy, Kamil, dan Lucky OPINI: Menyoal Menteri dari Kaltim
Kolom

DBH Kaltim Hanya Rp2,49 Triliun

8 Oktober 2025 | 11:13
Gratispol Terancam “Kada Pol”
Kolom

Gratispol Terancam “Kada Pol”

5 Oktober 2025 | 17:48
10 Tahun Hotel Platinum
Kolom

10 Tahun Hotel Platinum

4 Oktober 2025 | 08:30
Gubernur Kalsel Makan “Sunduk Lawang”
Kolom

Gubernur Kalsel Makan “Sunduk Lawang”

10 Juli 2025 | 08:27
Rektor Unmul Mantu Pertama
Kolom

Rektor Unmul Mantu Pertama

17 Juni 2025 | 08:23
Kebun Agrinas Gelap Terang
Kolom

Kebun Agrinas

13 Juni 2025 | 12:11
Next Post
13 Putra Terbaik Bontang Lolos Seleksi Calon Tamtama TNI AD Gelombang I Tahun 2025

13 Putra Terbaik Bontang Lolos Seleksi Calon Tamtama TNI AD Gelombang I Tahun 2025

Tak Digaji Berbulan-Bulan, Pekerja Teras Samarinda Terpaksa Tinggal di Gudang

Tak Digaji Berbulan-Bulan, Pekerja Teras Samarinda Terpaksa Tinggal di Gudang

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERPOPULER

  • Kubangan Lumpur Mengancam Pengendara, Ruas Jalan Bontoa Pangkep Kian Memprihatinkan

    Kubangan Lumpur Mengancam Pengendara, Ruas Jalan Bontoa Pangkep Kian Memprihatinkan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kasus HIV di Kaltim Tembus 1.018 Temuan sepanjang 2025, Mayoritas dari Tiga Wilayah Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Krisis Air Bersih Intai Bontang, Wali Kota: Sumur Mulai Tak Bisa Disedot

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan Poros Tabo-Tabo Kotor Kembali, Warga Keluhkan Debu dan Minimnya Manfaat Perusahaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dugaan Pelecehan di UINSI Samarinda, Duta Kampus Dilaporkan Mahasiswi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
logo

Situs berita yang menampilkan berita dan informasi terkini khususnya seputar Kaltim dan Nasional. Pranala.co, semakin tahu Kalimantan Timur.

TELUSURI

Bontang

Samarinda

Balikpapan

Kaltim

Nasional

Ekonomi

Olahraga

Ragam

Islampedia

Infografis

Video

Kolom

Copyright © 2025Pranala.co. All rights reserved

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
  • Kaltim
    • Bontang
    • Samarinda
    • Balikpapan
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Islampedia
  • Visual
    • Infografis
    • Video
  • Kolom

© 2025 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

news-1012

yakinjp


sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

judi bola online

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

ayowin

mahjong ways

judi bola online

mahjong ways 2

10101

10102

10103

10104

10105

10106

10107

10108

10109

10110

10221

10222

10223

10224

10225

10226

10227

10228

10229

10230

11000

11001

11002

11003

11004

11005

11006

11007

11008

11009

12001

12002

12003

12004

12005

12006

12007

12008

12009

12010

10111

10112

10113

10114

10115

10231

10232

10233

10234

10235

10236

10237

10238

10239

10240

11010

11011

11012

11013

11014

11015

11016

11017

11018

11019

12011

12012

12013

12014

12015

12016

12017

12018

12019

12020

10116

10117

10118

10119

10120

10121

10122

10123

10124

10125

10126

10127

10128

10129

10130

10206

10207

10208

10209

10210

10211

10212

10213

10214

10215

10216

10217

10218

10219

10220

11020

11021

11022

11023

11024

11025

11026

11027

11028

11029

11030

11031

11032

11033

11034

12021

12022

12023

12024

12025

12026

12027

12028

12029

12030

12031

12032

12033

12034

12035

9041

9042

9043

9044

9045

10196

10197

10198

10199

10200

10201

10202

10203

10204

10205

11035

11036

11037

11038

11039

11040

11041

11042

11043

11044

10026

10027

10028

10029

10030

10141

10142

10143

10144

10145

10146

10147

10148

10149

10150

10181

10182

10183

10184

10185

10186

10187

10188

10189

10190

10191

10192

10193

10194

10195

11045

11046

11047

11048

11049

11050

11051

11052

11053

11054

11055

11056

11057

11058

11059

12036

12037

12038

12039

12040

12041

12042

12043

12044

12045

12046

12047

12048

12049

12050

10151

10152

10153

10154

10155

10156

10157

10158

10159

10160

10161

10162

10163

10164

10165

10166

10167

10168

10169

10170

10171

10172

10173

10174

10175

10176

10177

10178

10179

10180

11060

11061

11062

11063

11064

11065

11066

11067

11068

11069

11070

11071

11072

11073

11074

12051

12052

12053

12054

12055

12056

12057

12058

12059

12060

10086

10087

10088

10089

10090

10091

10092

10093

10094

10095

10096

10097

10098

10099

10100

news-1012