Samarinda, PRANALA.CO – PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Regional 4 Samarinda telah menyiapkan langkah konkret untuk mencegah terulangnya insiden serupa. Setelah tongkang BG Azamara 3035 milik PT SKA menabrak Jembatan Mahakam Sabtu malam (26/4/2025).
Sebagai respons atas kejadian tersebut, Pelindo berencana memasang serangkaian alat sensor yang diharapkan dapat mendeteksi potensi risiko tabrakan di masa depan, demi meningkatkan keselamatan lalu lintas perairan di Sungai Mahakam.
Insiden yang terjadi sekira pukul 23.00 WITA itu memicu perhatian serius Pelindo Samarinda. Tongkang yang hanyut itu menabrak pilar vital dari Jembatan Mahakam, memicu kerusakan yang cukup signifikan pada infrastruktur penting tersebut.
Menghadapi situasi ini, Pelindo mengerahkan dua unit kapal tunda untuk membantu proses evakuasi tongkang yang berada dalam posisi berbahaya, mengancam jetty Pertamina dan kapal-kapal lain di sekitar lokasi.
“Kami menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden ini dan berkomitmen untuk mendukung penuh proses evakuasi hingga selesai. Kami segera mengerahkan kapal tunda dan bekerja sama dengan berbagai pihak terkait untuk memastikan insiden ini tertangani dengan cepat,” jelas General Manager Pelindo Regional 4 Samarinda, Capt. Suparman, dalam keterangan resminya, Senin (28/4/2025).
Sebagai langkah preventif, Pelindo Regional 4 Samarinda berencana memasang sensor yang dapat memonitor kecepatan arus, ketinggian permukaan air, serta ketinggian muatan kapal. Sensor ini diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih akurat tentang kondisi perairan dan meminimalkan risiko terjadinya insiden serupa.
“Kami sangat memprioritaskan keselamatan di perairan Sungai Mahakam. Pemasangan sensor ini akan memberikan informasi yang lebih presisi, yang memungkinkan kami untuk lebih sigap dalam mencegah terjadinya kecelakaan,” tambah Capt. Suparman.
Rencana pemasangan alat sensor ini akan dikoordinasikan dengan pemerintah daerah setempat, mengingat Jembatan Mahakam merupakan aset penting milik pemerintah.
“Koordinasi dengan pemerintah daerah sangat penting untuk memastikan implementasi yang sesuai dengan regulasi dan mendapatkan dukungan penuh dari pihak terkait,” ujar Capt. Suparman.
Selain memasang sensor, Pelindo Samarinda juga akan memperketat sosialisasi kepada seluruh pengguna jasa pelabuhan dan operator kapal. Sosialisasi ini akan mengingatkan pentingnya mematuhi prosedur keselamatan dan berkoordinasi dengan pihak pelabuhan, terutama ketika melakukan aktivitas pelayaran di luar jam operasional.
Insiden tongkang yang menabrak Jembatan Mahakam berhasil ditangani dengan cepat oleh tim Pelindo. Setelah menerima laporan dari agen PT Samudera Karunia Abadi (PT SKA) pada pukul 23.50 WITA.
Dua unit kapal tunda yaitu TB Sungai Sepaku dan TB Herlin 19 langsung dikerahkan untuk menahan tongkang agar tidak hanyut dan menghindari kerusakan lebih lanjut pada fasilitas lain di sekitar lokasi.
Proses evakuasi terus berjalan hingga pagi hari dan berhasil dipindahkan ke lokasi yang aman pada pukul 04.30 WITA. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami

















