Pranala.co, SANGATTA — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) berupaya menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok dengan mengintensifkan program pasar murah.
Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman bahkan telah menginstruksikan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutim untuk merutinkan kegiatan tersebut sebagai salah satu langkah pengendalian inflasi daerah.
Instruksi itu disampaikan Ardiansyah di Sangatta, Rabu (11/3/2026), menyusul kondisi inflasi Kutai Timur yang tercatat -0,22 persen atau masih berada dalam kategori stabil.
Menurut Ardiansyah, pemerintah daerah perlu terus menjaga kondisi tersebut agar tidak terjadi lonjakan harga bahan pokok yang dapat membebani masyarakat, khususnya menjelang Hari Raya Idulfitri.
“Saya sudah perintahkan dinas terkait untuk segera melakukan operasi pasar murah,” ujarnya.
Ardiansyah menjelaskan, selain pasar murah, pemerintah daerah juga menjalankan sejumlah langkah untuk menekan potensi kenaikan harga bahan pokok dan penting (bapokting).
Langkah tersebut antara lain memastikan ketersediaan stok barang, melakukan pemantauan harga secara rutin di pasar tradisional, serta mendorong peningkatan produksi pertanian lokal.
Ia menekankan pentingnya koordinasi dan kolaborasi antarperangkat daerah agar upaya pengendalian inflasi dapat berjalan efektif.
“Perangkat daerah harus saling berkoordinasi agar tidak terjadi peningkatan harga bahan pokok yang memberatkan masyarakat,” katanya.
Berdasarkan laporan Disperindag Kutai Timur, memang terdapat beberapa komoditas yang mulai mengalami kenaikan harga. Namun, menurut Ardiansyah, kenaikan tersebut masih dalam batas yang wajar.
Ia berharap program pasar murah dapat membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pangan dengan harga lebih terjangkau.
“Dengan pasar murah, masyarakat dapat membeli bahan pangan dengan harga yang lebih murah,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Disperindag Kutai Timur Nora Ramadhani mengatakan pihaknya tengah mempersiapkan pelaksanaan operasi pasar murah menjelang Idulfitri.
Rencananya, kegiatan tersebut akan lebih dahulu dilaksanakan di Kecamatan Sangatta Utara.
Namun hingga saat ini pelaksanaannya masih menunggu proses penyelesaian anggaran.
“Kami belum melakukan pasar murah karena proses anggaran belum selesai. Mudah-mudahan bulan ini bisa terlaksana, meskipun mungkin baru di satu wilayah terlebih dahulu,” ungkap Nora.
Nora menambahkan, setelah Idulfitri, Disperindag akan kembali menyusun rencana pelaksanaan pasar murah di beberapa kecamatan lainnya di Kutai Timur.
Meski demikian, pelaksanaan program tersebut tetap akan menyesuaikan dengan kondisi keuangan daerah yang saat ini mengalami penurunan.
“Program ini merupakan bagian dari upaya pengendalian inflasi, sehingga kami akan mengupayakan pelaksanaannya secara efektif dan efisien,” pungkasnya. (HAF)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami
















