Pranala.co, SAMARINDA – Dukungan penuh datang dari SMAN 16 Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) untuk menyukseskan program rintisan Sekolah Rakyat yang digagas Kementerian Sosial.
Sebanyak 60 ruangan telah disiapkan secara lengkap di kompleks sekolah yang berada di Jalan M. Yamin, termasuk asrama dan fasilitas belajar lainnya.
Kepala SMAN 16 Samarinda, Abdul Rozak Fahrudin, memastikan seluruh fasilitas sudah siap digunakan.
“Bangunan asrama, ruang kelas, dan operasional lainnya sudah siap. Ada total 60 kamar yang bisa dimanfaatkan,” ujarnya, Kamis (10/7/2025).
Meski asrama mampu menampung hingga 240 siswa—jika diisi empat orang per kamar—pihak Kementerian Sosial hanya akan menerima tiga rombongan belajar untuk tahap awal, atau sekitar 75 siswa.
Rozak memastikan, seluruh asrama akan diserahkan sepenuhnya untuk digunakan Sekolah Rakyat.
“Kami tidak menggunakan asrama sama sekali. Semua akan dimanfaatkan untuk kebutuhan siswa Sekolah Rakyat,” katanya.
Tak hanya asrama, sekolah juga menyediakan ruang belajar berpendingin udara, laboratorium komputer, laboratorium IPA, serta lapangan olahraga. Semua fasilitas dapat digunakan bersama berdasarkan sistem jadwal yang sudah disepakati.
Soal listrik, tidak ada kendala. Asrama Sekolah Rakyat menggunakan meteran listrik mandiri dengan daya 33.000 watt, terpisah dari jaringan utama sekolah yang mencapai 150.000 watt.
Dengan total luas lahan 7,8 hektare, SMAN 16 Samarinda dinilai sangat siap menjadi tempat yang nyaman dan kondusif bagi program pendidikan alternatif ini.
Rozak menegaskan bahwa seluruh jajaran sekolah siap membantu jika ada kebutuhan teknis di lapangan.
“Jika ada renovasi atau perbaikan, kami siap bantu. Intinya, kami mendukung penuh program Sekolah Rakyat ini,” pungkasnya.
Kesiapan ini menandai langkah awal yang kuat untuk memperluas akses pendidikan, khususnya bagi kalangan yang kurang mampu. Sekolah Rakyat di Samarinda diharapkan menjadi model percontohan nasional untuk pendidikan inklusif yang berkeadilan.

















