Borneo FC Umumkan Logo Baru, Ini Filosofinya

  • Whatsapp
Skuat Borneo FC Samarinda pada Liga 1 musim 2020.

BORNEO FC resmi berusia tujuh tahun per 7 Maret 2021, hari ini. Dalam peringatan hari jadi kali ini, ofisial ‘Pesut Etam’ menegaskan bahwa mereka adalah klub penyumbang para penggawa Timnas Indonesia.

Selain itu, Borneo FC juga bertekad menempa lebih banyak lagi bakat-bakat muda untuk menjadi pemain bintang di masa depan. Bersamaan dengan itu, mereka pun berharap bisa terus meraih prestasi di kancah sepak bola Indonesia.

Bacaan Lainnya

Borneo FC, tak ada bedanya dengan klub Indonesia lain, juga terdampak pandemi corona sejak 2020. Namun, mereka mengeklaim terus bekerja dalam mengembangkan tim luar dan dalam. Terdekat, ada gelaran Piala Menpora di depan mata. Untuk itu, Borneo FC bertekad untuk berusaha tampil sebaik-baiknya.

Bicara soal persiapan, tentunya membentuk tim yang solid adalah salah satunya. Akan tetapi, Borneo FC kini hadir dengan wajah baru.

“Ulang tahun ke-7 dan logo baru ini menjadi penanda bagi Borneo FC Samarinda untuk semakin berkembang lebih pesat. Dan tentunya menjadikan Samarinda lebih dikenal sebagai kota yang mampu melahirkan pemain muda untuk diorbitkan, hingga fasilitas yang mumpuni,” kata presiden klub Nabil Husein Said Amin.

“Borneo FC adalah milik masyarakat Samarinda secara menyeluruh, tanpa memandang dari mana dan siapa,” lanjutnya.

Ya, dalam peringatan ulang tahun ketujuh ini, Borneo FC memperkenalkan identitas baru dari log0 mereka. Dalam situs web resmi klub, terpapar jelas filosofi logo baru klub asal Samarinda ini.

LOGO BERBENTUK PERISAI: Perbedaan adat-istiadat dari Pulau Kalimatan begitu sangat luas. Oleh sebab itu, sebagai klub sepak bola yang berasal dari tanah Kalimantan, Borneo FC Samarinda dengan bangga memakai perisai berukiran Dayak sebagai bentuk kebanggaan akan tanah leluhur.

DOMINAN BERWARNA MERAH MAROON: Warna merah maroon adalah warna favorit dari Nabil Husien Said Amin. Merah maroon berasal dari perpaduan tiga warna, yakni warna kuning (harapan), biru (kedamaian), dan merah (gagah berani).

BORNEO SAMARINDA: Dalam logo berbentuk perisai ini, tidak ada tambahan Football Club. Ini bermakna luas, sekaligus penegasan bahwa Borneo Samarinda ke depan bukan hanya sebagai klub sepak bola. Namun dirancang sebagai klub-klub profesional di semua bidang olahraga bergengsi.

Tulisan BORNEO berwarna putih dan abu-abu: Kedua warna tersebut bermakna kemurnian (putih) dan keabadian (abu-abu). Jadi, pemilihan warna itu diharapkan bisa benar-benar abadi dalam kemurnian.

Tulisan SAMARINDA berwarna oranye: Sebagai klub sepak bola yang berkembang di kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur. Warna oranye merupakan warna kebesaran Kota Tepian. Selaras dengan itu, warna oranye juga mengambarkan jiwa kreatifitas yang tinggi. Gambaran itu berbanding lurus dengan keinginan Pesut Etam menjadi klub modern yang haus akan kemakmuran.

PESUT MARAH: Sebagai hewan mamalia air tawar di perairan Sungai Mahakam, Pesut Mahakam merupakan bagian yang tidak bisa dipisahkan. Ekspresi marah Pesut Mahakam dalam logo, sebagai tanda bahaya kepada musuh. Datang, Lawan, Menang!

[js|red]

Pos terkait