Membanggakan, Empat Pesepak Bola Muda asal Bontang Berkiprah di Klub Liga 1 Indonesia

KOTA Bontang tak pernah habis melahirkan pesepak bola andal. Meski klub Bontang FC tak lagi berkiprah di liga kasta tertinggi di Indonesia, Liga 1. Namun, pesepak bola muda berbakat asal Bontang sudah melanglang buana ke klub profesional di Pulau Jawa.

Berikut deretan nama pesepak bola muda asal Bontang yang berkiprah di klub Liga profesional Indonesia yang berhasil dirangkum redaksi Pranala.co:

1. Muhammad Toha, Bek Persita Tanggerang
M Toha menjadi bek andalan Persita Tanggerang

Toha, bukan berasal dari keluarga yang berada membuat masa kecil pemain Persita Tangerang, Muhammad Toha, dilalui dengan berat.

Hinaan, cacian, hingga sering kali dianggap remeh menjadi hal biasa yang menghiasi hari-harinya. Untuk menghentikan semua itu, Muhammad Toha pun menanamkan dalam benaknya bahwa dirinya harus bisa sukses.

Semua dimulai pada suatu hari, Muhammad Toha yang sedang menonton televisi, melihat seorang pesepak bola yang sanggup membeli semua kebutuhan dari profesinya.

Dari situlah mulai terpikir olehnya untuk menjadi pemain bola profesional sebagai cara untuk mengubah nasib. Sejatinya ketika masih berusia dini, Muhammad Toha mengakui bahwa dirinya tak memiliki bakat untuk bermain bola.

Dia pun percaya walaupun tak memiliki bakat, apabila bekerja keras semuanya bisa terwujud. “Suatu kali saya melihat di televisi seorang pemain bola, dua sepertinya luar biasa dan bisa membeli banyak hal,” kata Toha menukil Tribunnews.

“Saya pun bersemangat agar bisa seperti itu. Walaupun saya tidak berbakat dulunya, saya percaya bahwa dengan kerja keras pasti bisa,” tegas Toha.

Kerja keras Toha pun akhirnya berbuah manis. Bisa bermain untuk tim sebesar Persita Tangerang merupakan jawaban dari kerja kerasnya selama ini.

Petualangannya bersama Persita Tangerang dimulai pada 2017. Sebelum resmi menjadi pemain Persita, ada kisah menarik yang dialami oleh Muhammad Toha.

Kala itu ia harus mengikhlaskan pekerjaannya sebagai satpol PP untuk mengejar impian menjadi pesepak bola profesional.

“Apa yang saya punya, saya kerahkan semaksimal mungkin. Saya bersemangat dan bekerja keras. Saya yakin dengan seperti itu pelatih akan melihat saya,” ujar Toha.

Kebahagiaan pemain yang kini memakai nomor punggung 11 itu semakin bertambah tahun ini. Pasalnya setelah dua tahun berseragam Persita akhirnya Toha bisa mencicipi kasta tertinggi sepak bola indonesia.

Keberhasilan Persita promosi ke Liga 1 tak terlepas dari peran Muhammad Toha. Menjadi salah satu pemain yang memiliki jam bertanding paling banyak pada musim 2019 membuktikan begitu pentingnya peran Toha dalam menjaga lini pertahanan Persita.

Dengan bermain di Liga 1, diakui Toha kehidupannya kini jauh lebih baik daripada sebelumnya. Demi fokus bermain, ia pun kini memilih memboyong seluruh keluarga dari Bontang, Kalimantan Timur, menuju Tangerang.

Keberhasilan Toha dalam mencapai impian tak lepas dari peran sang istri, Rina Indah, yang selalu mendampingnya.

Pasalnya, sebelum bergabung dengan Persita, dari sepak bola Toha hanya mampu menghasilkan uang Rp 1,2 juta sebulan. Nilai sebesar itu bukanlah nominal yang cukup untuk menghidupi istri dan anaknya.

“Saya masih ingat kala itu gaji dia masih kecil, hanya Rp1,2 juta sebulan dan uang itu yang kami gunakan. Dia juga dulunya sudah bermain bola serta benar-benar yakin bahwa ia akan berhasil,” ujar Rina.

Akan tetapi, kini semua sudah berubah. Kehidupan Toha berhasil ia perbaiki melaui sepak bola. Kerja kerasnya pun telah terbayarkan. Tinggal tunggu saja kiprahnya untuk ke depan, akankah Toha sanggup membawa Persita bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

2. Muhammad Hidayat, Gelandang Persebaya
M Hidayat (kanan) bersama Irfan Hidayat mengangkat Piala Gubernur Jatim. Mereka keduanya bersahabat.

Pemain kelahiran Bontang, 26 April 1996 ini menjadi andalan lini tengah Persebaya, Surabaya. Pemain bernomor punggung 96 ikut serta jadi bagian dari tim Bajol ijo saat meraih sejumlah prestasi.

M Hidayat punya gaya bermain yang apik. Termasuk juga model dan gaya bermainnya dengan sering mensleding lawan untuk menguasai lini tengah.

M Hidayat dikenal sebagai kawan dekat Irfan Jaya, sosok andalan lain Persebaya Surabaya. Keduanya berteman sejak lama, bahkan sebelum berlari di satu lapangan bola. Keduanya terlihat mengagumi kemampuan satu sama lain.

Hidayat sebenarnya gelandang bertahan andalan Persebaya selama Liga 2 2017. Sebagai gelandang muda, dia termasuk pemain yang cerdas dalam mengambil keputusan. Kemampuannya dalam memenangkan bola, membuatnya tangguh di lini tengah.

Hanya, eks pemain Borneo FC U-21 itu kehilangan tempat utama di Persebaya saat Liga 1 2018. Dia mengalami cedera panjang sejak awal musim. Alhasil, tim berjulukan Bajul Ijo itu lebih banyak mengandalkan Nelson Alom atau Misbakus Solikin yang lebih senior.

Kini, perlahan Hidayat mulai mendapat kesempatan lagi. Pelatih Persebaya, Djadjang Nurdjaman, kerap memasangnya di babak kedua. Tetapi, Hidayat selalu tampil percaya diri, bahkan menghadapi gelandang lawan yang lebih senior.

Seiring berjalannya waktu, keberadaan Dayat di dalam skuat Persebaya pun semakin terlihat penting. Kolaborasinya bersama gelandang-gelandang lain tampak begitu klop sehingga membuat permainan Persebaya semakin hidup dan berbahaya.

Bila sanggup mempertahankan konsistensi performa seperti ini, bukan tidak mungkin di masa yang akan datang pemuda asli Bontang ini bakal mendapat kesempatan untuk membela tim nasional Indonesia.

3. Beni Oktovianto, Striker Persib Bandung
Beni Oktaviano saat berlatih bersama skuat Persib Bandung

Sebelum merapat ke Persib, Beni sempat berkelana di sejumlah klub. Ia pernah bermain di Liga 2 bersama Persik Kediri, Persiba Balikpapan, dan sempat dipinjamkan ke Kalteng Putra. Di musim 2018, ia mampu mencetak 9 gol bagi Persiba dan menjadi striker andalan di skuad Kalteng Putra.

Pesepak bola asal Bontang kelahiran 23 Oktober 1998 membela Persib di kompetisi Liga 1 musim 2020. Tentunya dengan membantu tim memenangi setiap laga. Di Persib, ia mengenakan kostum bernomor punggung 82.

Beni Okto menjadi salah satu bintang muda di sepanjang Liga 2 2018. Dia berhasil mencetak sebanyak 9 gol untuk tim berjuluk Beruang Madu.

Torehan 9 gol dan juga usia yang masih belia, membuat salah satu klub yang berlaga di sepak bola Thailand mengincar jasanya di awal tahun 2019.

“Memang klub yang tertarik kepada Beni main di Liga 2 Thailand. Tapi untuk peningkatan karier saya rasa cukup bagus ke sana,” ucap Sultan, agen Beni pada awal tahun 2019 lalu.

Selain dilirik klub Liga 2 Thailand, Beni juga mendapat panggilan untuk mengikuti seleksi Timnas Indonesia U-22 yang saat itu akan berlaga di Piala AFF U-22 di Kamboja.

Namun sayang, Beni tak lolos masuk ke skuat final Timnas Indonesia U-22 yang dibawa ke Kamboja oleh Indra Sjafri. Sang pemain juga memastikan bertahan di Persiba untuk Liga 2 2019 kemarin.

4. Derry Rachman Noor, Bek PSS Sleman

Derry Rachman Noor menjelma sebagai pemain bertahan yang tak tergantikan di sisi kiri pertahanan PSS Sleman dalam mengarungi Liga 1 2019.

Pemilik nomor punggung 69 di PSS Sleman ini tercatat 9 kali dipercaya sebagai starter dari 12 laga yang telah dilakoni oleh Super Elang Jawa di musim 2019.

Capaian pemain asal Bone itu hanya kalah dari kapten tim Bagus Nirwanto dan striker Yehven Bokhashvili yang selalu tampil sebagai starter di 12 laga yang dilakoni Super Elang Jawa di Liga 1.

Banyak yang tidak menyangka eks pemain PSMP Mojokerto Putra itu bisa tampil konsisten di posisi bek kiri PSS Sleman tersebut.

Padahal di pos tersebut juga ada eks Persib Bandung, Jajang Sukmara. Namun Derry mampu menunjukan kualitasnya dan membuat pelatih Seto Nurdiyantoro mempercayakan posisi tersebut kepadanya.

Diceritakan Derry, bakat sepakbola yang ada didalam dirinya merupakan turunan dari ayahnya. Sabrani ayah Derry dahulunya juga merupakan seorang pemain bola.

Karena sering melihat sang ayah bermain bola semasa kecil, sulung dari tiga bersaudara ini bercita-cita untuk menjadi pemain bola profesional.

“Bapak dulunya pemain bola zaman Bahari dulu. Sejak kecil saya juga bercita-cita untuk menjadi pemain bola profesional,” ujarnya pada Tribunjogja.com belum lama ini.

Menurut pemain berumur 25 tahun itu, saat ini dirinya begitu menikmati bermain di kompetisi kasta tertinggi di Indonesia. Apalagi musim ini merupakan musim perdana baginya berlaga di Liga 1 setelah malang melintang di sejumlah klub-klub Liga 2 beberapa musim terakhir.

“Alhamdulillah. Ini musim perdana saya. Saya sangat senang karena disini banyak dapat pengalaman dari senior-senior,” katanya.

Diumur 25 tahun yang merupakan periode emas bagi seorang pemain bola tersebut, Derry juga bercita-cita bisa membela timnas Indonesia. Untuk mewujudkannya, Derry bakal berusaha dan melakukan latihan lebih keras.

“Impian saya saya ingin membela negara. Saya ingin masuk dalam skuat timnas,” tuturnya. (*)

More Stories
Waspada! 17 Kasus Positif COVID-19 di Kaltim Tertular dari Transmisi Lokal