DATA perizinan usaha di Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim) menunjukkan modal asing masih minim masuk ke kota industri tersebut. Sepanjang Januari hingga April 2026, investasi yang tercatat hampir seluruhnya masih didominasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).
Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bontang mencatat porsi PMDN mencapai 99,7 persen. Sementara Penanaman Modal Asing (PMA) hanya sekira 0,3 persen dari total investasi yang masuk.
Kondisi itu memperlihatkan bahwa pergerakan ekonomi Bontang saat ini masih lebih banyak ditopang pelaku usaha dan investor domestik. Meski demikian, pemerintah menilai dominasi PMDN menjadi sinyal bahwa Bontang masih dianggap menjanjikan bagi pengembangan usaha.
Kepala DPMPTSP Bontang Muhammad Aspian Nur mengatakan tingginya investasi dalam negeri menunjukkan kepercayaan pelaku usaha lokal terhadap prospek ekonomi daerah belum menurun.
“Artinya pengusaha dalam negeri masih percaya Bontang punya peluang usaha yang bagus untuk berkembang,” ujarnya, Jumat (8/5/2026).
Pada periode yang sama, tercatat 657 Nomor Induk Berusaha (NIB) baru diterbitkan melalui sistem Online Single Submission (OSS). Hampir seluruhnya berasal dari sektor Usaha Mikro dan Kecil (UMK).
Di sisi lain, minimnya PMA juga memperlihatkan tantangan tersendiri bagi Bontang dalam menarik investor luar negeri. Apalagi kota tersebut selama ini dikenal sebagai kawasan industri berbasis energi dan migas yang membutuhkan investasi berskala besar.
Dia menyatakan terus mendorong penyederhanaan perizinan dan digitalisasi layanan investasi agar iklim usaha lebih kompetitif. Pemerintah daerah juga menyiapkan dukungan berupa kemudahan akses usaha dan insentif bagi pelaku usaha lokal. [DIAS]
Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami


















