Pranala.co, SAMARINDA — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) berpacu dengan waktu. Penyesuaian Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026 harus segera dirampungkan. Evaluasi dari Kementerian Dalam Negeri menjadi pemicunya.
Seluruh organisasi perangkat daerah diberi tenggat sangat ketat. Hanya dua hari. Mulai hari ini hingga besok. Semua penyesuaian anggaran wajib dientri sebelum penetapan peraturan daerah.
Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur, Sri Wahyuni, menegaskan tidak ada ruang untuk menunda. Targetnya jelas. Pada 5–6 Januari 2026, Perda APBD dan Peraturan Gubernur tentang penjabaran APBD harus sudah ditetapkan.
“Seluruh OPD wajib melakukan entri penyesuaian mulai hari ini sampai besok. Kami harapkan tanggal 5 dan 6 Januari, Perda dan Pergub APBD sudah bisa ditetapkan,” ujar Sri Wahyuni, Jumat (2/1/2026).
Evaluasi Kemendagri, kata dia, menemukan sejumlah catatan penting. Terutama pada rincian belanja daerah. Koreksi tersebut dinilai mendasar karena menyangkut arah kebijakan pembangunan daerah.
“Ada beberapa koreksi yang harus segera ditindaklanjuti sebelum penetapan Perda. Fokus utamanya pada penyesuaian rincian belanja,” jelasnya.
Sri menargetkan seluruh perubahan sudah tuntas dientri pada 2 dan 3 Januari. Dengan begitu, tahapan penetapan tidak lagi terkendala.
Lebih jauh, Sri Wahyuni menyoroti persoalan klasik yang kerap muncul dalam penyusunan anggaran. Ketimpangan alokasi belanja. Ia mengingatkan agar belanja penunjang tidak mendominasi belanja utama.
“Belanja penunjang tidak boleh lebih besar dari belanja utama. Yang utama harus berdampak langsung pada masyarakat dan pembangunan daerah,” tegasnya.
Menurutnya, APBD bukan sekadar dokumen keuangan. Ia adalah instrumen strategis untuk menjawab kebutuhan publik dan mendorong percepatan pembangunan.
Karena itu, kualitas belanja daerah menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Seluruh OPD diminta lebih cermat dan bertanggung jawab dalam menyusun anggaran.
“Kami ingin belanja daerah benar-benar berkualitas. Tepat sasaran. Dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat,” pungkas Sri Wahyuni. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami















