Dikonfirmasi terpisah, Direktur PT Baja Borneo Jaya (BBJ) Doli Riski menyatakan, dirinya beroperasi sudah sesuai dengan aturan. Pun aktivitas angkutnya sudah mendapat pengawalan dari pihak kepolisian.
Ia merincikan, ada 5 truk trailer yang beroperasi mengangkut besi tua miliknya. Besi tua itu diangkut dari PT Kaltim Prima Coal (KPC) di Sangatta, Kutim. Secara bergiliran lima truk masuk ke Bontang. Beroperasi setiap 20 menit untuk satu truk.
“Kami sudah sesuai dengan jam operasional. Dari simpang Bontang itu. Bergiliran dengan jarak 20 menit per satu trailer,” ujar dia.
Ia juga mengklarifikasi soal temuan aktivitas saat pagi hari truk bermuatan besi tua miliknya. Kata dia, hal itu terpaksa dilakukan lantaran Pelabuhan Lok Tuan tidak dapat menampung sesuai dengan jam operasi.
Saat pagi itu pun sudah mendapat pengawalan dari pihak kepolisian. Demi meminimalisir risiko, dia bilang pihaknya sudah bersurat ke KSOP Bontang untuk memberikan izin sandar kapal pengangkut besi tua di Pelabuhan Tanjung Laut Indah. Sehingga aktivitas truk tidak menganggu saat menuju pelabuhan di Lok Tuan.
“Kami sudah mengajukan izin, semoga Syahbandar bisa berikan kebijakan ke kami,” kata dia.
Ihwal dirinya bakal dipanggil oleh DPRD Bontang untuk terlibat dalam rapat dengar pendapat (RDP), pihaknya siap kooperatif dan bersedia hadir bila diundang oleh dewan.
“Kami siap saja, karena secara izin kami juga sudah kantongi dari pihak kementerian dan Pemprov Kaltim,” tegasnya. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

















Comments 1