Akhir Pekan Ini, Obyek Wisata di Balikpapan Boleh Buka

Pemandangan Pantai Lamaru, Balikpapan, Kalimantan Timur.

PEMERINTAH Kota Balikpapan, Kalimantan Timur mulai akhir pekan ini kembali mengizinkan obyek-obyek wisata kembali buka.

“Jadi Pantai Lamaru, Pantai Manggar, mulai Sabtu pekan ini kita buka kembali,” kata Wali Kota Rizal Effendi, Kamis.

Wali Kota Rizal menambahkan, dibukanya kembali obyek-obyek wisata tersebut dengan mempertimbangkan jumlah kasus COVID-19 yang turun dan semakin banyaknya pasien sembuh.

Apalagi lanjutnya, saat ini program vaksinasi tahap kedua khusus pelayanan publik juga terus berjalan meskipun saat ini masih diberlakukannya pembatasan kegiatan masyarakat.

“Karena kita anggap bisa, jadi kita beri kelonggaran. Bersamaan kita lagi melakukan vaksinasi,” kata Wali Kota.

Hal itu juga bisa dilihat tingkat keterisian rumah sakit. Karena kini dari 523 tempat tidur khusus pasien COVID-19, kosong 195 tempat tidur. Sedangkan tempat tidur ICU masih tersedia 12.

“Untuk keterisian tempat tidur dari 523 terisi 328 orang dan kosong 195. Untuk ICU dari 42 tempat tidur terisi 29 orang masih tersedia 12 tempat tidur,” sebut Kepala Dinas Kesehatan Andi Sri Juliarty.

Selain mengizinkan tempat wisata dibuka kembali, sebelumnya Satgas COVID-19 juga sudah membolehkan tempat dan sarana olahraga seperti fitness center atau gym, juga arena permainan futsal, bulutangkis, bola basket, dan lain-lain, untuk buka kembali.

Kepada pengelola dan pengunjung fasilitas-fasilitas tersebut tetap diwajibkan melaksanakan protokol kesehatan dengan ketat. Pengelola wajib menyediakan tempat cuci tangan, semua yang datang dan beraktivitas di tempat-tempat itu tetap wajib mengenakan masker, menjaga jarak, dan rutin mencuci tangan.

“Insya Allah yang rajin olahraga juga akan selalu sehat sebab daya tahan tubuhnya kuat,” kata pengelola Dinasti Fitness Bonny Setiadji melansir Antara.

Olahraga memang jadi satu rekomendasi kegiatan agar tubuh tetap sehat dan bugar di masa wabah ini. [NA|ANTARA]

More Stories
Polisi Bersih-Bersih Preman di Samarinda, Bawa Parang Alasan Berkebun