Tahun Ini, Peletakan Batu Pertama Istana Presiden di Kaltim

  • Whatsapp
Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, ketika kunjungi kesiapan bendung calon IKN (IDN Times Ervan Masbnjar)

PELETAKAN batu pertama atau groundbreaking pembangunan Istana Kepresidenan di lokasi ibu kota baru di Kalimantan Timur (Kaltim) akan dimulai tahun ini. Lokasi Istana Kepresidenan diketahui berada di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara.

Rencana itu disampaikan Juru Bicara Presiden, Fadjroel Rachman. Dia mengatakan informasi itu didapatnya dari Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Suharso Monoarfa.

Bacaan Lainnya

“Kalau kami dapatkan informasi dari Menteri Bappenas, beliau dalam rapat bersama Presiden mengatakan tahun ini direncakan peletakkan batu pertama Istana Presiden di Sepaku, Penajam, Kalimatan Timur,” kata Fadjroel dalam acara tanya jawab dengan netizen yang disiarkan langsung melalui Instagram @jubir_presidenri, Jumat (5/3).

Fadjroel berujar, rencana pemindahan ibu kota dari Jakarta ke Kalimantan Timur masih terus berproses. Misalnya dalam rapat terbatas dua pekan lalu, pembicaraan mengenai itu sempat dibahas.

Pertama RUU IKN (Ibu Kota Negara) yang akan diselesaikan bersama DPR. Kedua terkait dengan tata ruang. Kedua layanan infrastruktur dasar di sekitar ibu kota negara tetap dilaksanakan. “Kalau Anda pernah menuju ke Balikpapan sampai ke Samarinda, sedang diupayakan penyelesaian 100 kilometer jalan tol,” tambah dia.

Sekadar mengingatkan. Biaya pembangunan ibu kota baru bisa mencapai Rp600 triliun. Untuk tahap awal, pengerjaan akan dilakukan untuk membangun perumahan dan perkantoran yang ditargetkan selesai 2024.

Pembangunan ibu kota baru tidak akan melibatkan anggaran negara. Nantinya, swasta akan membangun area perumahan dan perkantoran sehingga pemerintah tinggal menyewa saja untuk kebutuhan Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Pemerintah memastikan tidak akan menggunakan dana APBN untuk membangun infrastruktur di ibu kota baru. Kalau ibu kota negara bisa menjadi pilihan dalam menggenjot investasi, kenapa tidak?,” kata Menteri PPN/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa.

 

 

 

[JN]

Pos terkait